Wujudkan Pemerataan, Pemdes Pingku Salurkan BLT Dana Desa TA 2026 Secara Transparan

Berita Daerah81 Dilihat

DetikSR.id BOGOR (18 Mei 2026) – Pemerintah Desa (Pemdes) Pingku, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, secara resmi menyalurkan program Bantuan Langsung Tunai yang bersumber dari Dana Desa (BLT-DD) Anggaran Tahun 2026. Penyaluran bantuan sosial yang bersumber dari APBN tersebut dipusatkan langsung di Aula Balai Desa Pingku pada Senin (18/05/2026) dengan menerapkan prinsip akuntabilitas dan keadilan bagi seluruh warga yang berhak.

​Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen berkelanjutan Pemdes Pingku dalam merealisasikan program jaring pengaman sosial (social safety net). Program ini dirancang khusus untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat daya beli masyarakat, khususnya bagi penduduk yang masuk ke dalam kategori Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

​Berdasarkan data akurat yang dihimpun di lapangan, terdapat total 25 warga yang ditetapkan sebagai KPM. Setiap KPM dialokasikan menerima total bantuan sebesar Rp2.400.000 per tahun, dengan rincian Rp200.000 per bulan selama 12 bulan yang dicairkan dalam empat tahap. Pada penyaluran tahap pertama kali ini, masing-masing penerima mendapatkan Rp600.000 sekaligus (akumulasi untuk alokasi 3 bulan).

​Guna memastikan asas keadilan sosial serta ketepatan sasaran, Pemdes Pingku menerapkan mekanisme keterwakilan yang ketat. Alokasi bantuan didistribusikan secara merata dengan skema satu orang penerima manfaat sebagai perwakilan untuk setiap Rukun Tetangga (RT) di wilayah Desa Pingku.

​Kepala Desa Pingku, H. Madnawin, menegaskan bahwa penentuan status KPM ini tidak dilakukan secara sepihak, melainkan telah melalui rangkaian proses verifikasi faktual lapangan serta Musyawarah Desa (Musdes) yang matang. Validasi berlapis ini esensial guna mencegah terjadinya tumpang tindih (overlapping) alokasi bantuan sosial dari pintu anggaran pemerintah lainnya.

“Penyaluran hari ini berjalan dengan tertib dan lancar. Kami menerapkan sistem satu penerima per RT berdasarkan hasil survei objektif dan rekomendasi bagi warga yang betul-betul berada di bawah garis kemiskinan. Langkah ini kami ambil agar asas pemerataan dan keadilan di tengah masyarakat benar-benar terwujud. Kami sangat berharap dana tunai yang diterima dapat dipergunakan secara bijak, utamanya untuk menopang kebutuhan pokok keluarga sehari-hari,” ujar H. Madnawin saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan.

​Lebih lanjut, H. Madnawin menjelaskan bahwa total anggaran Dana Desa Pingku pada tahun ini ditetapkan sebesar Rp374.000.000. Anggaran tersebut dialokasikan secara cermat ke dalam berbagai program prioritas desa. Selain penyaluran BLT-DD, salah satu program unggulan kemasyarakatan yang turut didanai adalah program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Ia berpesan agar keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat warga, karena pemerintah desa tetap memprioritaskan kemaslahatan masyarakat luas.

​Mekanisme pembagian bantuan telah berlangsung secara kondusif sejak pagi hari. Guna menerapkan tata kelola administrasi yang akuntabel, setiap KPM diwajibkan membawa dokumen otentik berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) asli. Dokumen ini dipergunakan oleh petugas sebagai basis verifikasi faktual langsung di meja pelayanan.

​Agenda ini turut dikawal dan dipantau langsung oleh jajaran aparatur perwakilan Kecamatan Parungpanjang, di antaranya Karnadi, Darna, serta Eka selaku Pendamping Desa tingkat kecamatan. Dari internal pemerintahan desa, hadir pula Sekretaris Desa (Sekdes), Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra), Kepala Urusan Pemerintahan Desa Pingku, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta unsur lembaga kemasyarakatan desa guna memastikan seluruh proses berjalan aman, transparan, dan kondusif.(Red/aw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *