Kemenhan: Program Bela Negara Perkuat Nasionalisme Ratusan Pelajar Menuju Generasi Emas, Bekali Disiplin Hingga Keterampilan Digital

Berita170 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menggelar Program Penguatan Nasionalisme Siswa/i KKRI Menuju Generasi Emas sebagai bagian dari upaya membentuk karakter, meningkatkan wawasan kebangsaan, serta membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Program tersebut berlangsung di kawasan Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Bogor, Jawa Barat, sejak 5 September hingga 6 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan pelajar yang mendapatkan pembekalan dalam berbagai bidang, mulai dari kedisiplinan, nasionalisme, hingga keterampilan praktis.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan program tersebut dirancang dengan pendekatan yang komprehensif. Menurut dia, kegiatan bela negara yang diberikan kepada para pelajar tidak hanya berorientasi pada pembentukan kedisiplinan, tetapi juga pengembangan kemampuan dan karakter peserta.

“Peserta juga mendapat materi literasi digital, keterampilan IT dan desain grafis, dinamika kelompok, hingga pemahaman mengenai bahaya narkoba dan terorisme. Jadi pendekatannya cukup komprehensif, tidak hanya kedisiplinan,” kata Rico, dalam keterangannya pada (10/9/2026).

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 121 siswa hadir mengikuti rangkaian kegiatan pembekalan dari total 151 peserta yang direncanakan. Sementara itu, peserta lainnya tidak dapat mengikuti program karena berbagai alasan, di antaranya kondisi kesehatan, pertimbangan keluarga, serta hasil verifikasi data.

Menurut Rico, keberagaman materi dalam program tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan generasi muda. Para peserta tidak hanya diarahkan untuk memiliki sikap disiplin dan bertanggung jawab, tetapi juga diharapkan mampu mengembangkan potensi diri serta memiliki kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Esensi program ini adalah pembinaan,” ujar Rico.

Ia menjelaskan, pembinaan tersebut diarahkan untuk membangun karakter generasi muda agar memiliki rasa tanggung jawab, kemandirian, kepedulian sosial, serta kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Rico juga menegaskan bahwa Program Penguatan Nasionalisme Siswa/i KKRI Menuju Generasi Emas berbeda dengan program Komponen Cadangan (Komcad).

Karena itu, menurut dia, kegiatan tersebut tidak seharusnya dipersepsikan sebagai proses perekrutan atau pembentukan Komcad.

“Program ini berbeda dengan Komcad,” tegasnya.

Rico mengatakan, kegiatan bela negara dalam konteks program tersebut lebih menitikberatkan pada pembangunan kesadaran dan karakter kebangsaan.

Negara, kata dia, ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk memperkuat karakter sekaligus mendapatkan bekal pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan.

“Karena itu, jangan dipersepsikan sebagai Komcad atau militerisasi pelajar. Bela negara dalam konteks ini adalah membangun kesadaran sebagai warga negara dan menyiapkan generasi muda agar lebih disiplin, produktif, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negaranya,” ungkap Rico.

Selain pembentukan karakter, materi literasi digital dan keterampilan teknologi informasi dinilai menjadi bagian penting dalam program tersebut. Hal itu sejalan dengan kebutuhan generasi muda yang hidup di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Melalui pembekalan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mampu memahami nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara positif, kreatif, dan bertanggung jawab.

Program ini juga memberikan pemahaman mengenai berbagai ancaman yang dapat memengaruhi generasi muda, termasuk penyalahgunaan narkoba dan paham terorisme.

Materi tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran peserta terhadap lingkungan sosial dan berbagai tantangan yang dapat mengancam masa depan generasi muda.

Kemenhan berharap program pembinaan tersebut dapat memberikan pengalaman sekaligus bekal bagi para peserta untuk menjalani kehidupan secara lebih mandiri. Para pelajar juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta nasionalisme di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Pada akhirnya, program tersebut diarahkan untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kecakapan akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter kuat, kesadaran kebangsaan, serta kesiapan untuk mengambil peran dalam pembangunan Indonesia menuju Generasi Emas.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *