Aktivis 98 : Presiden Prabowo adalah Presiden yang Berdiri Bersama Pengendara Ojek Online

Berita46 Dilihat

DetikSR.id Jakarta – Sejumlah eksponen gerakan  mahasiswa 1998 dan eksponen Kelompok Cipayung yang tergabung dalam 98 RESOLUTION NETWORK menyikapi aksi demonstrasi. Baik yang dilakukan mahasiswa, buruh dan ojok online yang menyebabkan meninggalnya pengendara/driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan, Kamis malam (28/8/2025) di Jakarta.

98 RESOLUTION NETWORK yang juga merupakan pendukung Prabowo-Gibran menyampaikan beberapa pandangan terkait aksi tersebut. Bahkan para eksponen aktivis dan mahasiswa 98 ini menyampaikan 10 sikap respon terhadap situasi ekonomi, politik dan hukum saat ini.

“Ada 10 sikap pernyataan dari kami aktivis dan mahasiswa 98, yang tergabung dalam 98 RESOLUTION NETWORK. Perlu bangun dialog capai resolusi bersama, untuk akomodir tuntutan aksi demonstrasi,” kata Haris Rusly Moti, Kordinator 98 RESOLUTION NETWORK dalam rilis media yang diterima Syafrudin Budiman (Wartawan Senior), Sabtu dini hari, (30/8/2025) di Jakarta.

Berikut 10 Pernyataan Sikap dari 98 RESOLUTION NETWORK sebagaimana berikut:

Pertama, Kami menyatakan turut berduka cita yang amat sangat dalam atas wafatnya pengendara ojek online, almarhum Affan Kurniawan. Menurut pandangan kami, almarhum Affan Kurniawan adalah martir pejuang ekonomi rakyat.

Kedua, Kami sangat prihatin atas terjadi bentrokan antar pengunjuk rasa dengan pihak aparat keamanan yang mengakibatkan jatuhnya korban, baik di pihak pengunjuk rasa maupun di pihak keamanan. Kami harapkan unjuk rasa dengan cara kekerasan dapat kita akhiri karena kita sesama anak bangsa.

Ketiga, Kami mengapresiasi sikap Presiden Prabowo yang menyatakan akan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa dalam unjuk rasa pada 25-28 Agustus 2025.

Keempat, Kami yakin Presiden Prabowo adalah Presiden yang berdiri bersama para pengendara ojek online karena hanya di era Presiden Prabowo pengendara ojek online mendapatkan tunjangan hari raya. Oleh karena itu kami mendukung dan mendesak pihak ‘aplikator ojek online’ membuka diri dan mengakomodir tuntutan pengendara ojek online yaitu untuk menurunkan potongan tarif maksimal aplikasi menjadi 10% agar tidak merugikan pengendara ojek online dan membebani pemerintah.

Kelima, menurut pandangan kami, sesungguhnya suasana batin pengunjuk rasa sejalan dengan kehendak Presiden Prabowo yang telah menyatakan siap mati demi melawan koruptor kelas kakap atau kaum “serakahnomic”. Bukan sekedar “omon omon” komitmen ini telah ditunjukkan dengan menangkap koruptor sumber daya alam migas, sawit, timah, dan SDA lainnya. Presiden Prabowo bahkan telah menyita 3,1 juta hektar lahan sawit bermasalah yang selama ini dikuasai oleh kaum “serakahnomic”. Hal ini akan menjadi titik tolak dalam membenahi tata kelola keuangan negara dan sekaligus sebagai jalan memperbaiki kesejahteraan rakyat dan pemerataan ekonomi.

Keenam, Komitmen Presiden Prabowo untuk melawan kaum serakahnomic melalui efisiensi dan efektifitas anggaran sejalan dengan tuntutan rakyat akan terus dilanjutkan. Presiden Prabowo berkomitmen kuat dalam hal menghentikan tantiem direksi dan komisaris BUMN, gaji yang tidak wajar, tunjangan aparatur negara dan BUMN yang berkelebihan, ini adalah kebijakan nyata dalam melakukan efisiensi dan penghematan.

Ketujuh, Kami yakin Presiden Prabowo terus menerus secara teliti dan cermat mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) baik dari aspek tata kelola, maupun struktur penyelenggaraannya, yang terus diperkuat dari waktu ke waktu demi perbaikan sistem dan mekanisme pelaksanaannya yang mendapatkan banyak kritik serta masukan dari Masyarakat.

Kedelapan, Presiden Prabowo telah membuat berbagai kebijakan strategis untuk menghentikan ketergantungan pada asing termasuk terhadap utang luar negeri, ketergantungan pada impor, menghentikan anggaran defisit dan mendorong agar keuangan nasional dapat mengalir kepada sektor produktif dan lapisan ekonomi terbawah.

Kesembilan, Kami mendesak kepada penyelenggara Negara baik DPR, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan DPRD agar dalam menyampaikan pandangan politik dilakukan dengan cermat, tidak menciderai perasaan publik dan tidak melakukan tindakan provokatif baik ucapan maupun perbuatan. Komunikasi politik sepantasnya dilakukan secara santun dan bermartabat.

Kesepuluh, Kami yakin bahwa Pemerintahan Prabowo tetap menjamin kemerdekaan berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat sebagaimana amanat konstitusi UUD 1945. Oleh karena itu kami, 98 Resolution Network, akan memprakarsai dialog antara berbagai elemen bangsa sehingga terbangun resolusi bersama atas seluruh masalah yang dihadapi bangsa dan negara.

“Sebagai eksponen 98 yang mendukung Pemerintahan Prabowo Gibran, kami menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum dalam bentuk unjuk rasa adalah manifestasi dari kehendak public untuk memperbaiki kondisi bangsa dan negara. Presiden Prabowo tentu saja sangat mencermati dan memahami suasana kebatinan rakyat, siap menyerap aspirasi rakyat dan bersama semua kekuatan rakyat untuk melakukan perbaikan bagi terciptanya suasana yang sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,” pungkas Moti sapaan akrab Mantan Aktivis Mahasiswa 98 asal UGM Yogyakarta.

Sejumlah 98 Resolution Network:

Haris Rusly Moti
Wahab Talaohu
Budiman Sudjatmiko
Wignyo Prasetyo
Fernando Rorimpandey
Salamuddin Daeng
Mangapul Silalahi
Sangap Surbakti
Michael Umbas
Gigih Guntoro
Gojali Harahap
Suprianto
Urai Zulhendri
Bungas Fernando Duling
David Pajung
Eli Salomo Sinaga
Sulaiman Haikal
Aan Rusdianto
Anto Kusumayuda
Jhohannes Marbun
Achmad Suhawi
Ahmad Kailani
Rahman Toha Budiarto
Hendarsam Marantoko
Sutomo
Khalid Zabidi
Doni Istyanto
Hari Mahdi
Thurman Simanjuntak
Agus Teddy
Roy Pohan
Lisman Hasibuan
David Herson
Chaeruddin Affan
Wenry Anshory Putra

(*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *