Api Melalap Pemukiman Padat di Penjaringan, 2 Korban Jiwa dan Ratusan Warga Mengungsi

Berita93 Dilihat

DetikSR.id JAKARTA UTARA | Kebakaran hebat melanda pemukiman padat penduduk di Jalan Kertajaya, wilayah RT 007 dan RT 017, RW 014, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada Selasa siang 13:50 wib. Peristiwa tragis ini merenggut dua nyawa dan menyebabkan puluhan warga kehilangan tempat tinggal. Selasa (13/10/2026)

Api pertama kali terlihat sekitar pukul 13.50 WIB. Warga segera berteriak meminta bantuan dan melaporkan kejadian ke Posko Pemadam terdekat serta menghubungi layanan darurat 112. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik dari salah satu rumah warga yang dengan cepat merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Dua orang dinyatakan meninggal dunia, yaitu seorang nenek dan cucunya yang saat kejadian sedang beristirahat di dalam rumah. Identitas kedua korban baru diketahui setelah petugas berhasil memadamkan api dan melakukan pemeriksaan di lokasi. RT 007, RW 014: 12 rumah, 27 KK, 81 jiwa
– RT 017, RW 014: 23 rumah, 8 pintu kontrakan, 31 KK, 93 jiwa

Total: 35 rumah, 8 pintu kontrakan, 58 KK, 174 jiwa terdampak. Kerugian materiil masih dalam proses pendataan. Warga sementara mengungsi di Musholla Rahimakumullah.

Saiful Bahri (41 thn, warga RT 017) , luka bakar tangan, kaki, hidung,v dirujuk ke RS Atmaja Jaya. Fadil (41 thn, petugas Damkar) tertimpa reruntuhan tembok dirujuk ke RSUD Koja. Anggo Widakdo (47 thn, petugas Damkar) pingsan dan sesak napas dan ditangani tim medis di lokasi. Budiman (22 thn, warga) sesak berat diberi oksigen dan infus. Yeyen (41 thn, warga) syok hingga lemas ditangani tim PMI Jakarta Utara.

Sebanyak 26 unit mobil Damkar dikerahkan ke lokasi, didampingi BPBD DKI Jakarta, Dinas Sosial/Tagana, TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, PMI Jakarta Utara, serta jajaran Kelurahan, PPSU, FKDM, LMK, Karang Taruna, dan pengurus RT/RW setempat.(Red/emn)

Nara hubung. Bapak Iwan (Ketua RW 014) 0813-8651-1131
Petugas BPBD DKI Jakarta: Muhammad Rizik (PIC), Erda Naufal Ahmad, Muhammad Fitroh.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *