ASN Diminta Siapkan Dana Pensiun Sejak Hari Pertama Bekerja, BKN Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan

Berita147 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk mulai mempersiapkan dana pensiun sejak hari pertama menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Langkah tersebut dinilai penting agar ASN memiliki kondisi keuangan yang sehat, mandiri, dan tetap produktif saat memasuki masa purnatugas.

Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia aparatur tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi dan kinerja selama masa kerja, tetapi juga mencakup kesiapan menghadapi masa pensiun melalui perencanaan keuangan yang matang.

“ASN harus mulai memikirkan masa depan sejak hari ini. Ketika memasuki masa pensiun, ASN diharapkan tetap produktif, mandiri, dan memiliki ketahanan finansial yang baik. Karena itu, literasi keuangan menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur,” ujar Zudan, pada (26/6/2026).

Menurutnya, saat ini ASN memiliki akses yang semakin luas terhadap berbagai instrumen perencanaan keuangan dan program perlindungan hari tua.

Kondisi tersebut memberikan kesempatan bagi setiap ASN untuk menyusun strategi keuangan jangka panjang sesuai kebutuhan, kemampuan, dan target kesejahteraan di masa pensiun.

Salah satu pilihan yang dapat dimanfaatkan adalah berbagai program yang disediakan oleh PT TASPEN (Persero).

Melalui program tersebut, ASN dapat mengoptimalkan manfaat hari tua dengan melakukan perencanaan keuangan secara bertahap dan berkelanjutan sejak awal masa pengabdian.

BKN menilai disiplin menabung dan berinvestasi sejak dini akan memberikan manfaat yang lebih besar ketika memasuki masa pensiun. Nilai manfaat pensiun dapat berkembang secara signifikan sesuai skema yang dipilih peserta, sehingga mampu memberikan perlindungan finansial yang lebih baik.

Zudan juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran ASN dalam mengelola keuangan pribadi sebagai bagian dari perencanaan karier dan kehidupan.

Menurutnya, kesejahteraan ASN harus dipandang secara menyeluruh, tidak hanya selama masa aktif bekerja, tetapi juga ketika telah memasuki masa purnatugas.

“Menjadi ASN bukan hanya tentang mengabdi kepada negara hari ini, tetapi juga memastikan kualitas hidup yang baik di masa depan. Semakin dini perencanaan dilakukan, semakin besar peluang untuk mencapai masa pensiun yang aman, tenang, dan sejahtera,” katanya.

Sebagai upaya mendukung hal tersebut, BKN terus memperluas akses informasi dan edukasi bagi ASN mengenai pengelolaan keuangan, investasi, serta perencanaan masa pensiun.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan aparatur sehingga mereka dapat mengambil keputusan finansial yang tepat sejak awal karier.

Melalui berbagai program edukasi dan kolaborasi dengan lembaga terkait, BKN berkomitmen mewujudkan ASN yang tidak hanya profesional dan berkinerja tinggi selama masa pengabdian, tetapi juga memiliki kesejahteraan yang berkelanjutan hingga memasuki masa pensiun.

Dengan perencanaan yang matang sejak dini, ASN diharapkan dapat menikmati masa purnatugas dengan kondisi finansial yang lebih aman, mandiri, dan sejahtera.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *