Bahlil: Tegaskan BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun 2026, Stok Energi Aman, Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Nasional63 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026, meskipun kondisi harga energi global tengah bergejolak.

Kepastian ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai bentuk komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi nasional.

Menurut Bahlil, keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto usai melakukan lawatan kenegaraan ke Rusia dan Prancis.

Pemerintah menilai kondisi stok energi nasional masih aman sehingga kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi dapat dijalankan.
“Insyaallah stok kita di atas standar minimum, baik itu solar, baik itu bensin, maupun LPG. Insyaallah aman, dan sekali lagi saya katakan bahwa kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden, bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai dengan akhir tahun,” ujar Bahlil dalam keterangan resminya di Jakarta, pada (17/4/2026).

Bahlil menjelaskan, dari sisi fiskal pemerintah juga masih memiliki ruang yang cukup untuk menjaga harga BBM subsidi tetap stabil. Hal ini ditopang oleh harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang masih berada di bawah asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Menurut dia, selama harga ICP masih berada di kisaran aman, pemerintah dapat menjaga subsidi energi tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap keuangan negara.
“Ini kan tergantung dengan harga ICP, tapi kalau sampai dengan 100 dollar itu sudah aman dalam IBBM. Dan sekarang harga rata-rata ICP Januari sampai dengan sekarang itu tidak lebih dari 77 dollar. Jadi kita itu baru selisih 7 dollar,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah mengakui masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan energi nasional. Saat ini, konsumsi BBM nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi minyak dalam negeri baru berada di kisaran 600 ribu hingga 610 ribu barel per hari. Kondisi tersebut membuat Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1 juta barel per hari untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Untuk memperkuat ketahanan energi nasional, pemerintah membuka peluang kerja sama strategis dengan Rusia, tidak hanya dalam pasokan minyak mentah, tetapi juga investasi di sektor infrastruktur energi.

Bahlil mengungkapkan, saat ini terdapat pembahasan lanjutan terkait investasi pembangunan kilang minyak dan fasilitas penyimpanan energi (storage) yang dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas cadangan nasional.
“Ada beberapa investasi mereka (Rusia) yang pick up, sudah siap untuk masuk, tetapi finalisasinya tunggu ada 1-2 putaran lagi dengan kami, khusus untuk menyangkut dengan kilang dan storage. Nanti baru kami akan sampaikan,” kata Bahlil.

Pemerintah berharap melalui kebijakan menjaga harga BBM subsidi tetap stabil, masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih tenang di tengah ketidakpastian harga energi dunia.

Selain itu, langkah penguatan pasokan dan investasi energi diharapkan mampu memperkuat kemandirian energi Indonesia dalam jangka panjang.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *