BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Bawa 8 Tuntutan dan Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan

Berita94 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada (18/8/2026).

Ratusan mahasiswa yang mengikuti aksi tersebut bergerak bersama dari arah Jalan Jenderal Sudirman menuju Jalan MH Thamrin.
Pantauan di lokasi, hingga sore hari massa aksi masih tertahan di sekitar depan Gedung UOB.

Para mahasiswa terlihat mengenakan jas almamater berwarna kuning yang menjadi ciri khas Universitas Indonesia.
Massa membawa berbagai atribut aksi, mulai dari poster, banner, hingga bendera. Sejumlah poster yang dibawa mahasiswa memuat tuntutan terkait kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah.

Salah satu poster bertuliskan, “Stop MBG dan SPPG”, sementara poster lainnya menyerukan, “Turunkan harga pokok.”
Aksi mahasiswa tersebut turut berdampak terhadap arus lalu lintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman menuju Jalan MH Thamrin.

Arus kendaraan sempat tersendat akibat pergerakan massa.
Seiring berlangsungnya aksi, akses kendaraan di jalur tersebut kemudian ditutup dan arus lalu lintas dialihkan menuju Jalan Bumi arah Tanah Abang.

Dampak aksi juga dirasakan pada layanan transportasi umum. Jalur Transjakarta di sekitar lokasi terpantau ditutup sementara.
Sedikitnya delapan bus Transjakarta dan bus antarkota sempat terjebak di jalur tersebut akibat keberadaan massa aksi serta pengamanan yang dilakukan petugas.

Petugas dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi. Sejumlah akses menuju kawasan Bundaran HI juga dipasangi barikade untuk mengatur pergerakan massa dan kendaraan.

Hingga aksi berlangsung, mahasiswa masih menyampaikan sejumlah tuntutan melalui orasi, poster, dan atribut yang mereka bawa.

Dalam aksi tersebut, BEM UI membawa delapan poin tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah. Delapan tuntutan tersebut meliputi:

1. Menghentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.

2. Menghentikan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

3. Mewujudkan reforma agraria sejati.

4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).

5. Melakukan evaluasi total terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN), serta menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

6. Menghentikan pemusatan kekuasaan, menolak pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah.

7. Menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatra dan Flores serta mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana.

8. Menghentikan tindakan represif dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan Yonif Teritorial Pembangunan (YON TP).

Aksi BEM UI tersebut menjadi bagian dari penyampaian aspirasi mahasiswa terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi.

Di tengah aksi, aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi gangguan keamanan serta kepadatan kendaraan di sekitar Bundaran HI.

Sementara itu, pergerakan massa dan penutupan sejumlah akses jalan membuat pengguna kendaraan di kawasan Sudirman–Thamrin perlu menggunakan jalur alternatif.
Kondisi lalu lintas di sekitar lokasi aksi masih bergantung pada perkembangan situasi di lapangan.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *