BEM UI Gelar Aksi “Menuju Indonesia Bangkrut” Desak Evaluasi Kebijakan Ekonomi, Penggunaan APBN dan Peran Militer di Ranah Sipil Ajukan Lima Tuntutan

Berita118 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Aksi Menuju Indonesia Bangkrut” di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada (12/6/2026).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat serta sebagai upaya menyuarakan keresahan masyarakat terkait kondisi ekonomi dan tata kelola pemerintahan.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan kepada publik, BEM UI menilai masyarakat saat ini menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat akibat kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok, meningkatnya biaya hidup, serta sejumlah kebijakan pemerintah yang dianggap tidak efektif dalam menjawab persoalan rakyat.

Mahasiswa menyebut aksi ini merupakan tindak lanjut dari berbagai diskusi dan konsolidasi internal yang melibatkan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa di tingkat fakultas Universitas Indonesia.
Dari hasil konsolidasi tersebut, disepakati lima tuntutan utama yang menjadi fokus demonstrasi.

Menurut BEM UI, kondisi ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini menunjukkan adanya berbagai persoalan yang memerlukan perhatian serius pemerintah.

Mereka menilai kebijakan yang diterapkan belum mampu memberikan solusi konkret terhadap meningkatnya beban ekonomi masyarakat.
Kenaikan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak menjadi salah satu isu utama yang diangkat dalam aksi tersebut.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti penggunaan anggaran negara, pelaksanaan sejumlah program pemerintah, hingga keterlibatan unsur militer di ranah sipil.

Lima Tuntutan BEM UI:
1. Hentikan Pemborosan APBN

Mahasiswa mendesak pemerintah untuk menghentikan berbagai bentuk pengeluaran negara yang dianggap tidak efisien dan tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurut mereka, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seharusnya difokuskan pada program-program yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat pelayanan publik, serta menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di tengah situasi ekonomi yang sulit.

2. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM

Tuntutan kedua berkaitan dengan meningkatnya harga berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, dan daging yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang berlaku sejak 10 Juni 2026. Mereka menilai kenaikan harga BBM berpotensi memicu kenaikan harga barang dan jasa lainnya sehingga memperburuk daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

3. Hentikan Program Makan Bergizi Gratis dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

BEM UI meminta pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Mahasiswa menilai kedua program tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh. Program MBG mendapat sorotan setelah muncul kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan pejabat Badan Gizi Nasional.

Sementara itu, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dinilai menimbulkan berbagai persoalan, termasuk penggunaan anggaran desa serta pembangunan fasilitas yang dianggap tidak sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah setempat.

4. Hentikan Militerisme di Ranah Sipil

Tuntutan berikutnya adalah penghentian keterlibatan militer dalam sektor-sektor sipil.

Mahasiswa menyampaikan kekhawatiran terhadap semakin luasnya peran unsur militer dalam bidang pemerintahan, birokrasi, pendidikan, dan sektor nonpertahanan lainnya. Mereka menegaskan pentingnya menjaga prinsip supremasi sipil dalam sistem demokrasi Indonesia agar fungsi dan kewenangan setiap lembaga tetap berjalan sesuai konstitusi.

5. Presiden Diminta Mengakui Kesalahan Pemerintah dan Bertanggung Jawab

Dalam tuntutan terakhir, BEM UI meminta Presiden Prabowo Subianto untuk secara terbuka mengakui berbagai kesalahan kebijakan pemerintah yang dinilai berdampak negatif terhadap masyarakat.

Mahasiswa menilai pemerintah perlu menunjukkan sikap transparan, bertanggung jawab, dan terbuka terhadap kritik publik.

Mereka juga mendesak pemerintah untuk tidak menghindari evaluasi atas berbagai persoalan ekonomi maupun kebijakan publik yang saat ini menjadi perhatian masyarakat luas.

BEM UI menegaskan bahwa aksi demonstrasi ini merupakan bagian dari fungsi mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

Melalui aksi tersebut, mereka berharap pemerintah dapat mendengarkan aspirasi masyarakat dan mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi ekonomi serta tata kelola negara.

Aksi yang dipusatkan di Bundaran HI diperkirakan diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas dan berpotensi mendapat dukungan dari elemen masyarakat sipil lainnya yang memiliki keprihatinan serupa terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik nasional saat ini.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *