Binrohtal di Rutan Polres Lubuk Linggau, Tahanan Teteskan Air Mata dan Renungi Kesalahan

Berita Daerah96 Dilihat

DetikSR.id LUBUK LINGGAU – Suasana Rumah Tahanan (Rutan) Polres Lubuk Linggau, Polda Sumatera Selatan, tampak berbeda pada Jumat (12/6/2026). Di balik jeruji besi, puluhan tahanan mengikuti kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang rutin digelar Polres Lubuk Linggau.

Dalam kegiatan tersebut, para tahanan terlihat khusyuk mendengarkan tausiyah. Bahkan, beberapa di antaranya tampak menundukkan kepala dan meneteskan air mata saat merenungi kesalahan yang pernah dilakukan.
Program pembinaan ini merupakan bentuk perhatian Polres Lubuk Linggau terhadap masa depan para tahanan. Kepolisian memandang bahwa masa penahanan tidak hanya menjadi bentuk hukuman, tetapi juga momentum bagi para tahanan untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kehidupan sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Pada kesempatan itu, siraman rohani disampaikan oleh Aiptu Bambang Arianto, personel Polri yang dikenal aktif berdakwah dan memiliki pendekatan keagamaan yang sejuk.

Dalam tausiyahnya, Aiptu Bambang mengajak para tahanan untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT. Menurutnya, status sebagai tahanan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali ke jalan yang lebih baik.
“Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan dan kekhilafan. Namun, sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah mereka yang mau mengakui kesalahannya, menyesalinya, serta bertekad untuk bertaubat dan tidak mengulangi perbuatannya di masa depan,” ujar Aiptu Bambang.

Selain itu, ia juga memberikan motivasi kepada para tahanan agar memanfaatkan waktu selama berada di rutan dengan memperbanyak ibadah, memperbaiki kualitas salat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan batin sekaligus membangun mental yang lebih baik dalam menghadapi proses hukum yang sedang dijalani.
Kegiatan Binrohtal tersebut mendapat respons positif dari para tahanan. Suasana haru menyelimuti rutan ketika sejumlah peserta tampak larut dalam penyesalan dan refleksi diri.

Melalui pembinaan mental dan spiritual ini, Polres Lubuk Linggau berharap para tahanan tidak hanya jera secara hukum, tetapi juga mengalami perubahan perilaku dan pola pikir sehingga mampu menjadi pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti.

Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi menegaskan bahwa kegiatan Binrohtal merupakan wujud nyata pelayanan Polri yang Presisi dan humanis.
Menurutnya, Polri tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk membina mental dan karakter para pelaku tindak pidana agar menjadi pribadi yang religius, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa hukuman.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi para tahanan untuk memperbaiki diri dan memulai kehidupan yang lebih baik saat kembali ke tengah masyarakat,” pungkasnya. ( Rif’at Achmad )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *