BNPT Perkuat Reintegrasi Napiter Lewat Pembekalan Keahlian, BNN Apresiasi Sinergi Pembinaan

Berita111 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme terus memperkuat upaya reintegrasi narapidana terorisme (napiter) melalui program pembekalan keahlian yang aplikatif sebagai bekal kembali ke masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Kepala BNPT, Eddy Hartono, saat menerima kunjungan kerja jajaran Badan Narkotika Nasional di Bogor, Jawa Barat.

Menurutnya, pembinaan berbasis keterampilan menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan napiter menjalani kehidupan pasca-pembebasan.
“Model pembinaan napiter dengan pendekatan pembekalan keahlian salah satunya dilakukan di Lapas Kelas II B Sentul,” ujar Eddy dalam keterangannya di Jakarta, (14/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, BNPT memperlihatkan secara langsung proses pembinaan napiter, termasuk berbagai program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kemandirian dan produktivitas warga binaan. Eddy menjelaskan, mayoritas penghuni Lapas Sentul merupakan napiter yang sedang menjalani sisa masa hukuman sekitar satu hingga dua tahun.

Ia menilai kunjungan BNN menjadi bentuk nyata sinergi antar lembaga dalam menangani persoalan terorisme dan rehabilitasi sosial.
“Ini suatu kehormatan dan kebanggaan bagi BNPT atas kehadiran Bapak Kepala BNN beserta rombongan. Ini menjadi bukti bahwa sinergi dan kolaborasi menjadi yang utama,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, mengapresiasi pola pembinaan yang dilakukan BNPT. Ia menilai pendekatan berbasis keterampilan mampu mengubah pola pikir warga binaan menjadi lebih produktif dan mandiri.
“Kami melihat bagaimana BNPT melakukan pembinaan itu luar biasa. Tidak hanya ditahan, tetapi juga dilatih dengan soft skill sehingga mereka nantinya setelah keluar dari sini punya bekal untuk lebih produktif,” kata Suyudi.

Ia berharap pelatihan soft skill tersebut dapat memperkuat ketahanan diri para napiter, sehingga tidak kembali terpapar paham radikal setelah bebas.

Kolaborasi antara BNPT dan BNN diharapkan terus diperkuat guna menciptakan program pembinaan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Sinergi kedua lembaga ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang aman dan tangguh dari ancaman terorisme maupun penyalahgunaan narkotika.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *