Dasco: Pastikan Brainstorming RUU Pemilu Berlanjut, Dengan Melibatkan Semua Parpol

Berita44 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad memastikan seluruh partai politik akan dilibatkan dalam brainstorming lanjutan terkait pembahasan revisi Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu). Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang sebelumnya tidak mengikuti pertemuan sejumlah ketua umum partai politik, juga akan diundang.

Dasco mengatakan pembahasan RUU Pemilu masih berada pada tahap awal sehingga forum pertukaran gagasan antarpimpinan partai politik masih akan digelar mengikuti perkembangan pembahasan di DPR.

“Ya, karena ini pembahasannya masih akan panjang. Nah, tentunya brainstorming-brainstorming lanjutan akan terus ada mengikuti dinamika yang ada di pembahasan nanti tentunya,” kata Dasco di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada (17/9/2026).

Menurut Dasco, forum lanjutan tersebut tidak hanya melibatkan partai politik yang sebelumnya telah mengikuti pertemuan.

Ia memastikan seluruh partai akan diberi ruang untuk menyampaikan pandangan, termasuk PDIP.
“Ya, nanti kita akan undang semua (termasuk PDIP),” ujar Dasco.

Dasco menegaskan pertemuan sejumlah ketua umum partai politik yang sebelumnya digelar belum menghasilkan keputusan final mengenai materi RUU Pemilu.

Pertemuan tersebut, kata dia, baru merupakan tahap awal untuk menyamakan persepsi dan bertukar pandangan sebelum pembahasan dilakukan lebih lanjut di DPR.

“Jadi pertemuan para ketum parpol itu hanya baru brainstorming mengenai persiapan pembahasan Undang-Undang Pemilu yang akan dilakukan oleh fraksi-fraksi di DPR,” kata Dasco.

Ia mengatakan proses tersebut akan terus berlanjut agar pembahasan RUU Pemilu di tingkat fraksi dapat berlangsung dengan lancar.

“Nah, brainstorming itu baru dalam tahap awal dan akan terus berlanjut agar kemudian pembahasan fraksi-fraksi di DPR dapat berjalan lancar,” imbuhnya.

Penegasan Dasco ini sekaligus menunjukkan bahwa berbagai poin yang muncul dari pertemuan antarketua umum partai politik belum dapat dianggap sebagai keputusan final.
Tahapan berikutnya masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut di internal partai maupun di DPR.

Sebelumnya, sejumlah ketua umum partai politik pendukung pemerintahan bertemu untuk membahas sejumlah isu terkait revisi UU Pemilu. Pertemuan tersebut dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono pada (16/9/2026).

Sugiono mengatakan Partai Gerindra dalam pertemuan tersebut diwakili Dasco selaku Ketua Harian DPP Partai Gerindra.

“Iya, jadi kemarin beberapa ketua umum-ketua umum partai ya berkumpul. Partai Gerindra waktu itu diwakili oleh Pak Dasco selaku ketua harian untuk membicarakan mengenai hal-hal yang perlu dibicarakan dalam rangka Undang-Undang Pemilu,” kata Sugiono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada (16/9/2026).

Salah satu isu yang mencuat dalam pertemuan tersebut adalah ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT).

Sugiono menyatakan Partai Gerindra menyepakati angka PT sebesar 5 persen. Namun, ia menegaskan tidak berbicara atas nama seluruh partai politik yang hadir.

“Satu hal yang sepertinya semua sepakat tapi saya kira saya tidak bisa berbicara atas nama partai-partai lain. Tapi Gerindra juga sepakat soal PT 5 persen. Seperti juga kemarin Golkar juga menyampaikan ya, PKS juga menyampaikan, dan saya kira itu yang kita sepakati,” ujar Sugiono.

Meski angka 5 persen disebut dalam pertemuan tersebut, pembahasan mengenai parliamentary threshold masih harus melalui proses politik dan legislasi di DPR. Laporan mengenai pertemuan itu juga menunjukkan bahwa belum terdapat keputusan final mengenai besaran PT dalam keseluruhan RUU Pemilu.

Sugiono sebelumnya menyebut pembahasan mengenai RUU Pemilu juga diarahkan pada upaya menciptakan penyelenggaraan pemilu yang lebih efektif dan efisien. Pada saat yang sama, ia mengatakan suara rakyat yang belum terakomodasi dalam sistem perwakilan perlu tetap menjadi perhatian.

“Intinya adalah bagaimana pemilu ini bisa lebih efisien, efektif, kemudian bagaimana suara-suara rakyat yang tersisa itu tetap bisa terakomodir dengan baik,” kata Sugiono.

Dengan demikian, isu parliamentary threshold menjadi salah satu materi yang telah mengemuka dalam pembicaraan awal antarpimpinan partai. Namun, pembahasan tersebut belum berhenti pada angka yang dibicarakan di tingkat partai dan masih akan berlanjut dalam proses pembahasan RUU Pemilu di DPR.

Rencana mengundang PDIP dalam brainstorming berikutnya menjadi bagian penting dari proses lanjutan tersebut.

Dasco memastikan pembahasan tidak berhenti pada kelompok partai yang telah hadir dalam pertemuan sebelumnya.

Langkah tersebut menempatkan pembahasan RUU Pemilu dalam forum yang lebih luas, mengingat perubahan aturan pemilu akan berdampak langsung terhadap seluruh peserta pemilu dan sistem keterwakilan politik.

Dasco pun menekankan bahwa dinamika pembahasan masih panjang.
Karena itu, berbagai gagasan yang muncul pada tahap awal, termasuk mengenai parliamentary threshold, masih terbuka untuk dibahas lebih lanjut sebelum masuk pada keputusan final dalam proses legislasi.

Dengan agenda yang masih berada pada tahap brainstorming, pembahasan RUU Pemilu selanjutnya akan menjadi ruang untuk menguji berbagai usulan, menyelaraskan pandangan antarfraksi, serta menentukan materi yang nantinya akan dituangkan dalam pembahasan resmi di DPR.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *