Ditjen Imigrasi: Pemerintah Terapkan Seamless Immigration Process Untuk Percepat Layanan Kepulangan Jemaah Haji 2026

Berita89 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyiapkan layanan khusus berupa koridor tanpa hambatan (seamless immigration process) guna memperlancar proses kepulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026.

Layanan tersebut diterapkan di sejumlah titik debarkasi haji di Indonesia untuk mempercepat pemeriksaan keimigrasian dan mengurangi antrean saat kedatangan.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, mengatakan bahwa sistem ini dirancang untuk memberikan pelayanan yang lebih efektif dan nyaman bagi para jemaah yang baru kembali dari Tanah Suci.

“Dalam mendukung kepulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026, kami telah menyiapkan layanan khusus berupa seamless immigration process melalui corridor gate di sejumlah titik debarkasi haji,” ujar Hendarsam, pada (2/6/2026).

Menurutnya, melalui sistem tersebut, data keimigrasian para jemaah telah diproses terlebih dahulu sebelum kedatangan. Dengan demikian, jemaah tidak perlu menjalani pemeriksaan imigrasi secara konvensional maupun menggunakan autogate saat tiba di Indonesia.

“Proses kedatangan menjadi lebih cepat dan efisien sehingga jemaah dapat segera melanjutkan perjalanan menuju asrama haji atau tujuan berikutnya,” tambahnya.

Untuk mendukung kelancaran arus kedatangan, Ditjen Imigrasi telah menempatkan fasilitas corridor gate di beberapa lokasi strategis.
Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, fasilitas tersebut ditempatkan di Terminal 2 yang menjadi salah satu titik kedatangan jemaah haji berdasarkan kelompok terbang (kloter).

Selain itu, petugas imigrasi bersama unit layanan bergerak (mobile unit) juga disiagakan untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar.

Sementara di Surabaya, fasilitas corridor gate telah dipindahkan ke Asrama Haji Sukolilo dan telah terintegrasi dengan sistem keimigrasian nasional untuk mendukung pelayanan debarkasi.

Hendarsam menjelaskan bahwa hasil peninjauan kesiapan yang dilakukan menunjukkan seluruh unsur pendukung telah siap beroperasi.
“Berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan hari ini, seluruh kesiapan pelaksanaan debarkasi haji berada dalam kondisi siap, baik dari sisi petugas, fasilitas pemeriksaan, maupun sistem pendukung.” Katanya.

Ditjen Imigrasi juga memastikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat laporan signifikan mengenai kehilangan paspor atau kendala keimigrasian yang dialami jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi.

Meskipun demikian, pemerintah telah menyiapkan mekanisme penanganan apabila ditemukan kasus kehilangan dokumen perjalanan.

Ditjen Imigrasi akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar penyelesaian dapat dilakukan secara cepat dan tidak menghambat kepulangan jemaah ke Indonesia.

Seamless immigration process merupakan sistem pemeriksaan berbasis biometrik yang memungkinkan penumpang internasional melewati proses keimigrasian tanpa harus berhenti untuk pemeriksaan manual.

Teknologi ini mulai dioperasikan sejak tahun 2025 sebagai bagian dari program transformasi layanan keimigrasian nasional yang bertujuan menyederhanakan prosedur kedatangan internasional, meningkatkan efisiensi pelayanan, serta mengurangi kepadatan antrean di bandara.

Dengan pemanfaatan teknologi biometrik dan integrasi data keimigrasian, pemerintah berharap proses kedatangan jemaah haji dapat berlangsung lebih cepat, aman, dan nyaman.

Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji Indonesia tahun 2026 telah dimulai. Kelompok terbang pertama dari Embarkasi Batam (BTH-1) menjadi bagian awal dari fase pemulangan gelombang pertama.

Kloter tersebut diberangkatkan dari Bandara Internasional King Abdul Aziz pada 31 Mei 2026 dan mulai tiba di Indonesia pada 1 Juni 2026.
Pada fase pemulangan gelombang pertama, sebanyak 17 kloter dengan total 6.798 jemaah haji dijadwalkan kembali ke Indonesia secara bertahap.

Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 2026, jemaah yang tergabung dalam gelombang kedua akan mulai dipulangkan pada 16 hingga 30 Juni 2026 melalui Kota Madinah.

Sebelum kembali ke Tanah Air, para jemaah akan diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah mulai 7 Juni 2026. Di kota yang dikenal sebagai Kota Nabawi tersebut, mereka akan menjalani masa tinggal sekitar sembilan hari untuk beribadah dan berziarah sebelum diterbangkan kembali ke Indonesia.

Pemerintah berharap seluruh rangkaian pemulangan jemaah haji tahun 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan tertib melalui dukungan teknologi keimigrasian modern serta koordinasi antarlembaga yang telah dipersiapkan secara matang.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *