Dugaan Penjualan Bantuan Traktor di Ciranjang, ( YSJN ) LBH Minta Dinas Pertanian Cianjur Tidak Tinggal Diam

Berita Daerah98 Dilihat

DetikSR.id – Cianjur | Hingga Senin (12/10), kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Kabupaten Cianjur khususnya di wilayah Kecamatan Ciranjang dinilai belum menunjukkan perubahan di lapangan terkait pengelolaan bantuan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengurus Gerakan Aliansi Masyarakat (Geram), Dedi M. (40). Melalui pesan singkat WhatsApp pada Minggu (10/10), Dedi menyebut bahwa kondisi di lapangan masih tampak tenang tanpa ada langkah perbaikan yang signifikan.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, muncul dugaan penyimpangan pada program bantuan pemerintah, khususnya penyaluran mesin traktor dari tahun ke tahun. Praktik ini disinyalir sudah menjadi rahasia umum di kalangan tertentu.

Pendiri Yayasan Sosial Justice Nussntara (YSJN), gito(50), mengungkapkan modus yang diduga kerap digunakan adalah dengan mengganti fisik bantuan mesin traktor baru menggunakan mesin lama yang sudah rusak. Mesin baru tersebut kemudian dititipkan atau disembunyikan di rumah anggota kelompok, sebelum akhirnya diperjualbelikan.

“Saatnya negara dan pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat. Jangan sampai pemerintah, khususnya Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, hanya ‘jadi penonton’ melihat fenomena ini,” tegas Gito.

Menanggapi keluhan dan informasi tersebut, salah satu Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di wilayah Kecamatan Ciranjang memberikan repons positif dan menyampaikan apresiasinya.
​”Terima kasih atas segala informasinya. Insyaallah saat ini PPL sudah menerjunkan pendamping langsung di lapangan,” ujar petugas PPL yang enggan disebutkan namanya tersebut.
​(Asdon)
​

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *