DetikSR.id LUBUKLINGGAU – Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I, H. Fauzi Amro, yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, meninjau bantuan pembangunan sumur bor modern untuk pondok pesantren di Kota Lubuk Linggau, Kamis (15/10/2026).
Bersama Wali Kota Lubuk Linggau, H. Fauzi Amro meninjau sejumlah titik sumur bor yang menjadi bagian dari program bantuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lingkungan pondok pesantren. Program tersebut menargetkan sekitar 38 titik sumur bor yang tersebar di Kota Lubuk Linggau, Kabupaten Musi Rawas, dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Fauzi mengatakan, program tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap ketersediaan air bersih di lingkungan pesantren agar aktivitas pendidikan, ibadah, serta kebutuhan sehari-hari para santri dapat berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah, hari ini bersama Pak Wali Kota kami meninjau sekitar 38 sumur bor untuk seluruh pondok pesantren yang ada di Lubuk Linggau, Musi Rawas, dan Muratara,” ujar Fauzi.
Ia menjelaskan, pembangunan sumur bor di sejumlah lokasi terus menunjukkan perkembangan. Sebagian titik telah selesai dikerjakan dan dapat digunakan, sedangkan beberapa titik lainnya masih dalam tahap penyelesaian akhir.
Di Kota Lubuk Linggau, sumur bor di Pondok Pesantren Ar Risalah dan Mazroilah telah selesai dibangun dan sudah dapat dimanfaatkan oleh para santri.
“Alhamdulillah, hari ini di Ponpes Ar Risalah dan Mazroilah di Kota Lubuk Linggau, keduanya sudah selesai dan bisa digunakan oleh seluruh santri, baik laki-laki maupun perempuan,” jelasnya.
Sebelumnya, Fauzi juga meninjau dua titik pembangunan sumur bor di Kabupaten Musi Rawas yang telah selesai dikerjakan dan tinggal menjalani penyempurnaan akhir.
Kedalaman Sumur Bor Disesuaikan Kondisi Lokasi
Fauzi mengungkapkan, kedalaman sumur bor di setiap pondok pesantren berbeda-beda, bergantung pada kondisi geografis dan karakteristik sumber air di masing-masing lokasi.
Di Pondok Pesantren Ar Risalah, sumur bor memiliki kedalaman sekitar 60 meter. Sementara itu, sumur bor di Pondok Pesantren Mazroilah mencapai kedalaman sekitar 40 meter.
“Jadi, memang variatif, tergantung lokasi yang ada,” katanya.
Menurut Fauzi, penggunaan teknologi modern dan pengerjaan secara profesional diharapkan dapat membantu menemukan sumber air yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pesantren. Apabila sumber air belum ditemukan pada kedalaman awal, proses pengeboran dapat dilanjutkan sesuai kondisi teknis di lapangan.
Ia berharap, program tersebut dapat menjangkau seluruh wilayah sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi lembaga pendidikan keagamaan. Fauzi juga menyampaikan rencana pengembangan bantuan sumur bor modern bagi pondok pesantren di Lubuk Linggau, Musi Rawas, dan Muratara pada 2027.
Sumur Bor Diharapkan Bermanfaat bagi Warga Sekitar
Fauzi menegaskan, manfaat bantuan sumur bor diharapkan tidak hanya dirasakan para santri dan pengelola pesantren, tetapi juga masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan pondok pesantren.
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang dapat memberikan manfaat luas apabila dikelola dan dimanfaatkan secara bersama-sama.
“Harapan kami bersama Pak Wali Kota, sumur bor modern ini bisa digunakan oleh seluruh santri dan dimanfaatkan masyarakat sekitar. Karena prinsipnya, air itu semakin banyak kita memberi, insya Allah akan berkah, baik bagi pesantren maupun tetangga-tetangga yang lain,” pungkasnya.
Sebelum meninjau bantuan sumur bor, Fauzi Amro juga melaksanakan kunjungan kerja perorangan anggota DPR RI dalam rangka reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Hotel Dewinda, Kota Lubuk Linggau, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyosialisasikan peran dan fungsi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Dalam kesempatan itu, Fauzi menyampaikan bahwa LPS turut memberikan dukungan berupa 250 unit kursi roda serta bantuan untuk fasilitas pendidikan, termasuk sarana bagi penyandang disabilitas dan kebutuhan fasilitas lainnya.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap fasilitas publik dan pendidikan, sekaligus memperkuat pelayanan sosial bagi warga yang membutuhkan.
Melalui kegiatan reses tersebut, Fauzi berharap aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dan menjadi bahan perhatian dalam pelaksanaan tugasnya sebagai wakil rakyat di tingkat pusat. ( Rif’at Achmad )












