DetikSR.id Jakarta, 20 April 2026 — Menanggapi berbagai pemberitaan yang berkembang terkait kebijakan harga BBM non-subsidi, Ketua Umum Cakra Satya 08, Jhohannes Marbun, menegaskan bahwa pemerintah tetap menunjukkan komitmen yang kuat dan konsisten dalam menjaga keberpihakan kepada masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah, melalui kebijakan energi yang berkeadilan.
“Pemerintah berkomitmen dan secara konsisten tidak menaikkan harga BBM subsidi. Ini adalah bukti nyata keberpihakan kepada masyarakat kecil agar daya beli tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi global yang terus bergejolak,” ujar Jhohannes atau akrab disapa Joe Marbun.
Lebih lanjut, Joe Marbun menekankan bahwa prinsip subsidi harus tepat sasaran. Menurutnya, subsidi merupakan instrumen negara yang diperuntukkan bagi masyarakat dengan keterbatasan secara ekonomi, bukan untuk kelompok yang secara finansial mampu.
“Sudah sepatutnya masyarakat menengah ke atas tidak bergantung pada subsidi negara. Ini adalah bentuk keadilan sosial sekaligus upaya menjaga keberlanjutan fiskal nasional,” tambahnya.
Joe Marbun juga mengingatkan bahwa kondisi ekonomi global saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah (AS- Israel vs Iran) dan Eropa (Rusia vs Ukraina), serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara besar. Dalam konteks tersebut, Indonesia justru masih menunjukkan resiliensi yang relatif baik.
“Di tengah dunia yang bergejolak, stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga. Inflasi relatif terkendali, pertumbuhan ekonomi masih positif, dan konsumsi domestik tetap menjadi penopang utama,” jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam narasi yang kontraproduktif, melainkan memperkuat solidaritas nasional.
“Kita harus bersatu, saling bahu membahu, dan mengedepankan semangat gotong royong untuk memperkuat fondasi ekonomi bangsa. Ini adalah nilai luhur yang sejalan dengan Pancasila,” tegasnya.
Lebih jauh, Joe Marbun menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menghadapi situasi saat ini. Bagi masyarakat yang memiliki kemampuan lebih, ia mengajak untuk turut berkontribusi membantu sesama.
“Jika merasa mampu dan kuat secara ekonomi, maka sudah selayaknya kita bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Inilah esensi keadilan sosial,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti peran partai politik sebagai pilar demokrasi yang seharusnya memberikan edukasi dan empati kepada masyarakat.
“Partai politik seharusnya bergandengan tangan untuk memperkuat ekonomi negara, bukan justru terjebak dalam pernyataan publik yang berpotensi menimbulkan keresahan. Pernyataan yang tidak konstruktif hanya akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mengedepankan kepentingan sempit atau ‘serakahnomics’,” kata Joe Marbun.
Sebagai penutup, Joe Marbun menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan konsekuensi logis dari dinamika harga minyak dunia yang fluktuatif. Oleh karena itu, diperlukan kedewasaan bersama dalam menyikapi setiap kebijakan pemerintah.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa agar Indonesia tetap kuat, mandiri, dan berdaya saing di tengah ketidakpastian global,” pungkasnya.(*/Red/gd)






