Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Produksi Global Dalam Rantai Pasok Internasional, Komitmen Investasi Ratusan Triliun Menguat

Nasional117 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat produksi dalam rantai pasok global seiring meningkatnya komitmen investasi dari berbagai negara mitra strategis.

Diplomasi luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto berhasil mengamankan komitmen investasi bernilai ratusan triliun rupiah guna mendorong percepatan hilirisasi industri nasional.

Sejumlah negara seperti Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Jepang, hingga Korea Selatan menyatakan komitmen investasinya di Indonesia. Capaian ini dinilai signifikan karena akan berdampak langsung pada penguatan hilirisasi industri serta ketahanan energi nasional.

Wakil Ketua Umum Bidang Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Industri, dan Proyek Strategis Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Akhmad Ma’ruf Maulana, menegaskan bahwa peluang tersebut harus diiringi dengan kesiapan implementasi di dalam negeri.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada penggalangan komitmen investasi, melainkan pada realisasi investasi tersebut agar benar-benar memberikan dampak ekonomi.
“Oleh karena itu, kami mendorong pemerintah untuk segera membentuk tim khusus guna memastikan realisasi investasi berjalan optimal, serta menghilangkan berbagai hambatan,” ujar Ma’ruf, (13/4/2026).

Ia menambahkan, tim khusus tersebut harus berfungsi sebagai unit pengawalan dan percepatan investasi yang mampu menjadi reaksi cepat dalam mengatasi berbagai kendala, baik di sektor hulu maupun hilir.
“Kita tidak ingin komitmen besar ini hanya menjadi seremoni penandatanganan saja. Tim pengawalan ini harus memastikan setiap dolar yang dijanjikan benar-benar masuk ke kawasan industri dan memberikan dampak ekonomi nyata,” tegasnya.

Selain itu, Ma’ruf yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri menilai bahwa penguatan koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing industri nasional.
“Saatnya kita buktikan kepada dunia, terutama mitra kita dari Jepang hingga Timur Tengah, bahwa Indonesia bukan hanya tempat yang nyaman untuk berdiskusi, tetapi juga tempat paling tepat untuk berinvestasi,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan berhasil menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp574 triliun.

Dalam kunjungan ke Jepang, disepakati investasi senilai 23,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp401 triliun.

Sedangkan dalam kunjungan ke Seoul, Korea Selatan, tercapai kesepakatan konkret berupa penandatanganan berbagai nota kesepahaman (MoU) antar pelaku usaha dengan total nilai 10,2 miliar dolar AS atau setara Rp173 triliun.
“Ini angka yang sangat signifikan. Di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik utama bagi investor, baik dari Jepang maupun Korea Selatan,” ujar Airlangga di Jakarta.

Ia menambahkan, Jepang saat ini menempati peringkat ketiga dalam investasi dan perdagangan dengan Indonesia, sementara Korea Selatan berada di peringkat ketujuh.

Dengan besarnya komitmen investasi tersebut, pemerintah optimistis Indonesia dapat mempercepat transformasi industri berbasis hilirisasi sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat produksi strategis dalam rantai pasok global.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed