Indonesia Dukung Madagaskar Buka Kedutaan Besar di Jakarta, Perkuat Kemitraan Strategis Dua Negara

Berita87 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pemerintah Indonesia menyambut positif rencana Pemerintah Madagaskar untuk membuka kedutaan besar di Jakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin selama lebih dari lima dekade.

Langkah tersebut dinilai akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kerja sama kedua negara di berbagai sektor strategis serta mempererat hubungan Madagaskar dengan kawasan Asia Tenggara.

Dukungan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, usai menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Madagaskar, Alice N’Diaye, di Jakarta pada (3/6/2026).
Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua menteri membahas berbagai langkah konkret untuk memperkuat hubungan diplomatik, memperluas kerja sama ekonomi, serta meningkatkan konektivitas antarwarga kedua negara.

Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah rencana pembukaan misi diplomatik permanen Madagaskar di Indonesia.

Menurut Sugiono, kehadiran kedutaan besar Madagaskar di Jakarta akan memberikan manfaat strategis bagi kedua negara. Selain memperkuat komunikasi dan koordinasi diplomatik, keberadaan perwakilan resmi tersebut juga akan membuka peluang lebih besar bagi peningkatan kerja sama perdagangan, investasi, pendidikan, serta pertukaran budaya.

“Saya menyampaikan sambutan hangat atas minat Madagaskar untuk mendirikan misi diplomatik di Jakarta di masa mendatang. Kami percaya bahwa kehadiran tersebut akan semakin memperkuat hubungan bilateral kita dan memfasilitasi keterlibatan Madagaskar dengan kawasan ini, dengan ASEAN, serta dengan pasar Asia-Pasifik yang lebih luas,” ujar Sugiono.

Pertemuan tingkat tinggi tersebut juga menghasilkan dua kesepakatan penting yang menandai babak baru hubungan Indonesia–Madagaskar. Kedua negara menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Pembentukan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral serta Perjanjian Pembebasan Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Paspor Dinas.

Penandatanganan kedua dokumen tersebut diyakini akan memperkuat fondasi kerja sama bilateral sekaligus memberikan kerangka kelembagaan yang lebih jelas bagi pengembangan berbagai program kemitraan di masa depan.

Sugiono menjelaskan bahwa pembentukan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral akan menjadi mekanisme resmi untuk memperluas dan mengoordinasikan kerja sama di berbagai bidang prioritas.
“Perjanjian-perjanjian ini akan memberikan kerangka kerja kelembagaan yang lebih kuat untuk kemitraan kita, memfasilitasi koordinasi yang lebih erat antara pejabat pemerintah kita, dan menciptakan peluang yang lebih besar untuk kerja sama di berbagai sektor,” katanya.

Komisi bersama tersebut nantinya akan menjadi forum reguler bagi kedua pemerintah untuk mengevaluasi capaian kerja sama, menyelesaikan berbagai tantangan yang muncul, serta merumuskan agenda kolaborasi baru yang lebih komprehensif.

Selain isu diplomatik, kedua menteri juga membahas upaya meningkatkan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Madagaskar yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Salah satu langkah yang dibicarakan adalah kemungkinan penyederhanaan proses visa bagi pelaku usaha dan investor.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas bisnis, mempercepat pertemuan antarperusahaan, serta mendorong peningkatan nilai perdagangan dan investasi bilateral.
Indonesia melihat Madagaskar sebagai mitra penting di kawasan Afrika, khususnya dalam pengembangan kerja sama perdagangan, industri pengolahan, pertanian, energi, serta pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Madagaskar memandang Indonesia sebagai pintu gerbang strategis untuk memperluas akses ke pasar Asia Tenggara dan kawasan Asia-Pasifik.

Pada kesempatan yang sama, Menlu Madagaskar Alice N’Diaye menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia terhadap rencana pembukaan kedutaan besar Madagaskar di Jakarta. Ia juga menyambut baik penandatanganan dua kesepakatan bilateral yang dinilainya akan memperkuat hubungan kedua negara secara signifikan.

Menurut N’Diaye, pembentukan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral akan menjadi instrumen penting untuk memastikan implementasi berbagai program kerja sama berjalan lebih efektif dan terukur.
“Komisi bersama ini akan menyediakan kerangka kerja yang terstruktur untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah kedua negara, mempromosikan pertukaran, dan mendorong kerja sama yang lebih dinamis di berbagai sektor strategis,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan mobilitas masyarakat sebagai faktor pendukung bagi penguatan hubungan ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan pertukaran antarmasyarakat antara kedua negara.

Kunjungan Alice N’Diaye ke Jakarta berlangsung dalam suasana penguatan hubungan bilateral pasca-peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Madagaskar yang diperingati pada tahun 2025.

Selama lima dekade terakhir, kedua negara telah menjalin kerja sama di berbagai bidang, baik melalui hubungan bilateral maupun dalam forum-forum internasional.

Momentum peringatan setengah abad hubungan diplomatik tersebut kini dimanfaatkan untuk memperluas kemitraan yang lebih konkret dan berorientasi pada hasil.
Indonesia dan Madagaskar sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama dalam bidang perdagangan, investasi, pendidikan, energi, ketahanan pangan, pembangunan berkelanjutan, serta pertukaran budaya dan sumber daya manusia.

Dengan rencana pembukaan kedutaan besar Madagaskar di Jakarta dan lahirnya sejumlah kesepakatan baru, hubungan kedua negara diperkirakan akan memasuki fase yang lebih erat dan produktif, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Afrika dan Asia Tenggara di masa mendatang.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *