Jalin Sinergi dengan Kementerian P2MI, Film “Jagoan Kampoeng” Siap Kampanyekan Bahaya Human Trafficking

Berita50 Dilihat

DetikSR.id Jakarta – Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya human trafficking atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terus mendapat dukungan dari berbagai elemen bangsa. Salah satunya melalui sinergi antara insan perfilman nasional dengan dalam memanfaatkan film sebagai media edukasi publik. Rabu (8/7/2026).

Sutradara Film “Jagoan Kampoeng” Lutfi Anas serta Adisurya Abdy, Ketua Umum Perkumpulan Tenaga Ahli Televisi dan Film Indonesia (PATFI) didampingi Masdjo Arifin dari Budayantara Media melakukan kunjungan silaturahmi ke Kementerian P2MI. Rombongan diterima oleh Egi Massadiah Tenaga Ahli Utama Kementerian P2MI dan Husni untuk berdiskusi mengenai pentingnya kolaborasi dalam membangun edukasi publik terkait perlindungan pekerja migran Indonesia serta pencegahan perdagangan manusia.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang memperkenalkan film “Jagoan Kampoeng”, sebuah karya yang mengangkat realitas human trafficking melalui pendekatan drama yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Film ini dijadwalkan tayang pada November 2026 dan diharapkan mampu menjadi media penyadaran sosial bagi masyarakat luas.

Sutradara Lutfi Anas menegaskan bahwa Jagoan Kampoeng lahir dari keprihatinannya terhadap masih banyaknya kasus perdagangan manusia yang menimpa masyarakat, khususnya mereka yang tergiur janji pekerjaan dengan iming-iming kehidupan yang lebih baik.

«”Film ini bukan hanya untuk menghibur, tetapi menjadi media edukasi yang menyentuh hati. Kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa human trafficking bukan cerita yang jauh dari kehidupan kita. Kejahatan ini bisa terjadi di lingkungan sekitar, bahkan menimpa orang-orang terdekat. Melalui Jagoan Kampoeng, kami berharap masyarakat lebih waspada, berani melapor, dan bersama-sama melindungi perempuan, anak-anak, calon pekerja migran, serta kelompok rentan lainnya,” ujar Lutfi Anas.»

Menurutnya, kekuatan film terletak pada kemampuannya menghadirkan realitas kehidupan secara emosional sehingga pesan-pesan kemanusiaan lebih mudah diterima oleh masyarakat dibandingkan sekadar penyampaian informasi secara formal.

Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan antara insan perfilman dan Kementerian P2MI juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memerangi perdagangan orang. Edukasi melalui karya kreatif dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kesadaran publik sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam melindungi pekerja migran Indonesia.

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan antara pemerintah, insan perfilman, organisasi profesi, dan media dalam membangun gerakan bersama melawan tindak pidana perdagangan orang.

Dengan pesan kemanusiaan yang kuat, “Jagoan Kampoeng” diharapkan tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga menjadi penggerak perubahan sosial yang menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama serta bersama-sama memutus mata rantai perdagangan manusia demi terwujudnya Indonesia yang lebih aman, bermartabat, dan berkeadilan.(Red/Djo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *