DetikSR.id, MURATARA – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, tidak hanya melumpuhkan akses transportasi warga, tetapi juga menghambat proses pengantaran jenazah ke rumah duka.
Seorang pasien bernama Dani Pedroza Erwin (16), yang sebelumnya menjalani operasi usus buntu di RSUD Rupit, meninggal dunia dan terpaksa dievakuasi menggunakan perahu oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara.
Evakuasi dilakukan karena akses jalan menuju rumah duka di Desa Karang Dapo terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter, sehingga mobil ambulans tidak dapat melintas.
“Karena jalan tidak bisa dilewati dan ambulans tidak dapat masuk, kami mengambil inisiatif mengevakuasi jenazah menggunakan perahu menuju rumah duka di Desa Karang Dapo,” ujar Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Penanganan Darurat BPBD Muratara, H. Mugono, kepada awak media, Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Jenazah dibawa dari titik muat menuju rumah duka menggunakan perahu viber dengan jarak tempuh sekitar 12 kilometer.
Perjalanan menuju lokasi memakan waktu kurang lebih 30 menit. Selama proses evakuasi, jenazah dibungkus menggunakan kantong mayat demi menjaga keamanan dan kelayakan selama perjalanan di tengah kondisi banjir.
Banjir yang melanda wilayah Muratara dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah akses jalan terputus dan aktivitas masyarakat terganggu.
Petugas gabungan hingga kini masih disiagakan untuk membantu proses evakuasi warga serta penanganan dampak bencana di sejumlah titik terdampak.
(Rif’at Achmad)






