Kapolres Lubuk Linggau Tinjau Korban Kecelakaan Bus ALS di RSUD Siti Aisyah . Lima Jenazah Teridentifikasi. 11 Korban Proses Tim DVI Polri RS Bhayangkara di Palembang

Berita Daerah165 Dilihat

DetikSR.id LUBUK LINGGAU – Kecelakaan maut yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026), menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Merespons tragedi tersebut, Kapolres Lubuk Linggau Adithia Bagus Arjunadi turun langsung meninjau penanganan korban di RSUD Siti Aisyah guna memastikan pelayanan terhadap korban dan keluarga berjalan optimal.

“Kami hadir bukan hanya sebagai petugas, tetapi juga sebagai sesama manusia yang turut merasakan duka mendalam atas musibah ini. Kami memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan keluarga memperoleh pendampingan selama proses berlangsung,” ujar AKBP Adithia Bagus Arjunadi.

Dalam kunjungannya, Kapolres juga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait proses identifikasi korban. Ia meminta seluruh tahapan dilakukan secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur agar jenazah dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Selain itu, pihak kepolisian memastikan akan membantu proses administrasi dan koordinasi yang dibutuhkan keluarga korban, khususnya bagi mereka yang datang dari luar daerah.

“Polri berkomitmen hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi musibah. Kami akan membantu mempermudah proses yang diperlukan keluarga korban selama berada di Lubuk Linggau,” tambahnya.

Di tengah proses penanganan pascakecelakaan, Kapolres juga mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi angkutan umum dan kendaraan logistik yang melintasi Jalur Lintas Sumatera, agar selalu mengutamakan keselamatan berkendara.
Menurutnya, kondisi fisik pengemudi serta kelayakan kendaraan menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk proses evakuasi, pendataan korban, serta menjaga situasi tetap kondusif di rumah sakit.

Polda Sumatera Selatan juga membuka layanan Posko DVI bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga akibat kecelakaan tersebut. Keluarga korban dapat menghubungi Call Center DVI di nomor 0821-7803-8910 guna membantu proses identifikasi.

Sementara itu, layanan darurat kepolisian 110 tetap disiagakan selama 24 jam untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, kepolisian memastikan identitas lima korban meninggal dunia yakni
Aryanto (49), sopir mobil tangki PT Seleraya asal Lubuklinggau; Martono (48), kernet mobil tangki warga Desa Belani, Muratara; Alif (44), pengemudi Bus ALS asal Jawa Tengah; serta dua kernet bus, Saf (50) dan Maleh (42), yang diketahui berasal dari Medan.

Sementara itu, sebanyak 11 korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri di RS Bhayangkara Mohammad Hasan, Palembang. Proses ini dilakukan mengingat sebagian besar jenazah mengalami luka bakar serius. ( Rif’at Achmad )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *