Kapolri Ingatkan Brimob Selalu Siaga Hadapi Geopolitik Global dan Perkuat Kesiapsiagaan Nasional

Berita111 Dilihat

DetikSR.id Depok, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengingatkan jajaran Korps Brimob Polri agar selalu siaga dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi perkembangan situasi geopolitik serta geoekonomi global yang tengah berlangsung.

Menurutnya, dinamika internasional berpotensi membawa dampak langsung terhadap kondisi keamanan dan ketertiban di dalam negeri.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Korps Brimob Polri yang digelar di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, (21/4/2026). Kegiatan itu dihadiri sekitar 7.000 personel Brimob dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam arahannya, Kapolri menyoroti sejumlah konflik global yang saat ini terjadi dan perlu dicermati oleh seluruh jajaran keamanan nasional. Salah satunya adalah eskalasi konflik antara Israel dan Iran yang dinilai dapat menimbulkan implikasi luas, termasuk terhadap stabilitas nasional.
“Kita harus terus mengikuti dan mewaspadai dampak ataupun implikasi dari konflik yang terjadi antara Israel melawan Iran,” ujar Listyo.

Kapolri menegaskan, sebagai satuan elite Polri, Korps Brimob harus mampu membaca situasi, memahami perkembangan ancaman, serta menyiapkan seluruh perangkat pendukung tugas secara optimal.

Ia meminta setiap personel mempelajari kondisi lapangan, memahami potensi eskalasi, serta memastikan perlengkapan operasional selalu dalam keadaan siap digunakan kapan pun dibutuhkan.
“Oleh karena itu tolong pelajari betul terkait situasi dan eskalasi yang ada, pelajari kondisi dan medan di lapangan, persiapkan peralatan yang rekan-rekan miliki sehingga pada saat turun, seluruh perlengkapan yang melekat siap untuk digunakan,” tegasnya.

Selain kesiapsiagaan menghadapi ancaman keamanan, Kapolri juga menekankan pentingnya peran Brimob sebagai pasukan yang dekat dengan masyarakat.

Ia meminta personel Brimob hadir secara nyata dalam berbagai operasi kemanusiaan dan penanganan bencana, sehingga keberadaan Brimob dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.

Menurut Listyo, citra Brimob tidak hanya dibangun melalui kemampuan taktis, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan kehadiran di tengah masyarakat saat dibutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri turut mengingatkan pentingnya evaluasi berkelanjutan, latihan rutin, simulasi lapangan, serta penguatan soliditas internal. Ia menilai kekompakan dan kebersamaan antar anggota menjadi kunci utama keberhasilan dalam menjalankan setiap misi.

“Seberat apa pun, sepanjang kita solid dan kompak, maka saya yakin tugas tersebut pasti akan mampu dihadapi,” katanya.

Kapolri juga meminta Korps Brimob terus menjalin komunikasi dan sinergi dengan berbagai mitra strategis, khususnya Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Menurutnya, koordinasi yang baik antarinstansi akan mempercepat penanganan jika terjadi dinamika keamanan maupun situasi darurat di lapangan.

Menutup arahannya, Listyo menegaskan bahwa ketahanan suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan aparat dalam membaca tantangan dan ancaman secara cermat.

Dengan kesiapsiagaan yang tinggi, risiko gangguan keamanan dapat ditekan seminimal mungkin, sekaligus memastikan kehadiran Brimob benar-benar dirasakan masyarakat.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *