Kemendukbangga Siapkan Program SIAP Impact Untuk Atasi Pengangguran Remaja dan Perkuat Kesiapan SDM Hadapi Era AI

Berita86 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN tengah menyiapkan program SIAP Impact sebagai salah satu langkah strategis untuk mengatasi tingginya angka pengangguran di kalangan remaja dan lulusan perguruan tinggi.

Program yang saat ini masih dalam tahap uji coba tersebut dirancang untuk meningkatkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) muda Indonesia agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang, termasuk menghadapi transformasi industri di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengatakan bahwa SIAP Impact akan melibatkan mahasiswa semester akhir dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Melalui program ini, peserta akan mendapatkan pembekalan berupa materi, pemahaman, keterampilan, serta pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri saat ini.

“Ada program yang namanya SIAP Impact. Ini masih dalam proses dan sedang dilakukan uji coba. Nantinya akan ada kegiatan yang melibatkan mahasiswa semester akhir. Mereka akan mendapatkan berbagai materi, pemahaman, dan pengetahuan yang dapat memperkuat kemampuan serta menjadi bekal yang komprehensif ketika memasuki dunia kerja,” ujar Wihaji di Jakarta, pada (15/6/2026).

Menurutnya, program tersebut bukan sekadar memberikan pelatihan, tetapi juga dirancang untuk menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri. Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang lebih sesuai dengan tuntutan pasar kerja dan mampu bersaing di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.

Wihaji menjelaskan bahwa SIAP Impact akan berfokus pada penguatan kesiapan SDM melalui pengembangan keterampilan, peningkatan kemampuan adaptasi, serta pemahaman terhadap perubahan pola kerja akibat perkembangan teknologi digital dan AI. Ia menegaskan bahwa program ini tidak mengambil peran maupun kewenangan Kementerian Ketenagakerjaan, melainkan menjadi upaya pendukung dalam meningkatkan kualitas calon tenaga kerja Indonesia.

“Belum semua mahasiswa akan dilibatkan, tetapi sebagian akan mengikuti proses pembinaan ini. Kemudian, kami berharap ada kerja sama dengan berbagai sektor industri sehingga peserta memiliki peluang yang lebih besar untuk terserap di dunia kerja. Program ini bukan mengambil kewenangan Kementerian Ketenagakerjaan, tetapi lebih kepada penguatan kesiapan SDM agar lebih tangguh dan siap menghadapi tantangan dunia kerja,” jelasnya.

Selain membahas pengangguran remaja, Wihaji juga menyoroti fenomena meningkatnya jumlah generasi muda yang memilih menunda pernikahan.

Berdasarkan berbagai kajian dan temuan lapangan, keputusan tersebut umumnya dipengaruhi oleh faktor ketidakpastian ekonomi serta kekhawatiran terhadap kesiapan membangun keluarga.

“Setelah kami melihat berbagai faktor, ada sebagian anak muda yang menunda pernikahan karena adanya ketakutan dan kecemasan. Faktor ekonomi menjadi salah satu alasan utama. Selain itu, muncul juga kekhawatiran mengenai pengasuhan anak apabila kedua orang tua bekerja. Mereka bertanya-tanya siapa yang akan mengasuh anak dan apakah harus meninggalkan pekerjaan setelah memiliki anak,” ungkapnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemendukbangga/BKKBN juga mengembangkan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang berfungsi sebagai layanan penitipan anak atau daycare. Program ini diharapkan dapat membantu keluarga muda, khususnya pasangan yang bekerja, agar tetap dapat menjalankan peran pengasuhan tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

SIAP Impact sendiri merupakan bagian dari Future-Ready Hub SAKINA, sebuah program akselerasi talenta digital dan pusat pengembangan diri yang ditujukan bagi generasi muda Indonesia.

Program ini hadir sebagai respons terhadap berbagai tantangan kependudukan, termasuk tingginya angka pengangguran usia muda, kesenjangan keterampilan tenaga kerja, serta kebutuhan peningkatan daya saing SDM nasional dalam menghadapi bonus demografi.

Sebagai program kolaboratif, SIAP Impact akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kemendukbangga/BKKBN, jaringan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, pelaku industri, hingga para praktisi sumber daya manusia.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap dapat menciptakan ekosistem pengembangan talenta yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Dengan hadirnya SIAP Impact, Kemendukbangga optimistis generasi muda Indonesia akan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk memasuki dunia kerja, meningkatkan produktivitas nasional, serta memanfaatkan momentum bonus demografi sebagai peluang menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing global.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *