Kemenhub Perpanjang Jam Operasional KRL Stasiun JIS, KRL Akan Beroperasi Lebih Lama Saat Event Besar

Berita52 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Masyarakat yang menghadiri konser musik, pertandingan sepak bola, maupun berbagai kegiatan berskala besar di kawasan Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, kini tidak perlu lagi khawatir kesulitan mendapatkan transportasi umum saat pulang.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan akan memperpanjang jam operasional Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun JIS setiap kali berlangsung acara yang diperkirakan menarik ribuan hingga puluhan ribu pengunjung.

Kebijakan tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas kawasan JIS sekaligus mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi publik dibanding kendaraan pribadi.
Dengan adanya penyesuaian jam operasional, penonton dapat menikmati acara hingga selesai tanpa terburu-buru mengejar jadwal kereta terakhir.

Kepastian itu disampaikan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, usai meresmikan aktivasi Stasiun JIS serta konektivitas kawasan JIS–Ancol pada (22/6/2026).

Menurutnya, jadwal perjalanan KRL akan disesuaikan dengan kebutuhan penumpang dan waktu berakhirnya setiap acara yang digelar di kawasan tersebut.
“Untuk penjadwalan kereta itu kita akan sesuaikan dengan event yang diselenggarakan oleh pihak Pemda, Ancol maupun JIS. Kalau ada event tertentu, kami akan memperpanjang jam layanan kereta,” ujar Dudy.

Saat ini, layanan reguler KRL menuju Stasiun JIS beroperasi hingga pukul 21.30 WIB. Jalur tersebut terhubung langsung dengan relasi Tanjung Priok–Jakarta Kota sehingga memberikan alternatif transportasi yang lebih mudah bagi masyarakat yang hendak menuju maupun meninggalkan stadion.

Namun, Dudy menegaskan bahwa batas operasional tersebut bukanlah aturan yang bersifat kaku. Jika terdapat konser internasional, pertandingan sepak bola, festival musik, atau agenda besar lainnya yang berlangsung hingga malam hari, Kemenhub akan menyesuaikan jadwal perjalanan dan jam operasional stasiun.
“Saat ini operasional sampai pukul 21.30 WIB. Tapi kalau ada event khusus di wilayah ini, pengoperasiannya akan kami perpanjang,” katanya.

Menurut Dudy, skema perpanjangan layanan seperti ini sudah diterapkan pada moda transportasi lain di Jakarta dan terbukti efektif dalam melayani lonjakan penumpang setelah acara besar berakhir.

Menteri Perhubungan menjelaskan bahwa kebijakan tersebut mengacu pada praktik yang selama ini dilakukan oleh operator transportasi perkotaan, termasuk MRT Jakarta.

Saat ada konser, festival, atau acara besar seperti Java Jazz, jam operasional MRT kerap diperpanjang guna mengakomodasi kebutuhan masyarakat.
“Seperti MRT, kalau ada event tertentu kami juga memperpanjang operasional kereta maupun layanan stasiunnya,” jelas Dudy.

Dengan pola yang sama, penonton konser maupun pertandingan di JIS nantinya dapat mengandalkan KRL sebagai sarana transportasi utama tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi atau layanan transportasi daring yang biasanya mengalami lonjakan permintaan dan tarif setelah acara selesai.

Selain memastikan fleksibilitas layanan KRL saat event besar, Kemenhub juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kapasitas dan fasilitas Stasiun JIS. Saat ini, stasiun tersebut telah aktif melayani penumpang, meskipun masih memiliki satu peron operasional.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan pengembangan stasiun agar menjadi fasilitas permanen yang mampu melayani lebih banyak penumpang di masa mendatang.
“Kita harapkan dalam satu tahun ke depan sudah selesai,” kata Dudy.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat integrasi transportasi massal di kawasan Jakarta Utara, terutama untuk mendukung aktivitas di JIS yang semakin sering menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan internasional, konser musik, dan berbagai acara berskala nasional maupun global.

Selama ini, persoalan transportasi pascaacara menjadi salah satu tantangan utama bagi pengunjung JIS, terutama ketika kegiatan berakhir pada malam hari.

Dengan adanya kebijakan perpanjangan jam operasional KRL, pemerintah berharap arus kepulangan penonton dapat berlangsung lebih tertib, nyaman, dan efisien.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan di sekitar stadion serta meningkatkan penggunaan angkutan umum sebagai moda transportasi utama menuju pusat-pusat kegiatan masyarakat.

Ke depan, keberadaan Stasiun JIS yang terintegrasi dengan kawasan Ancol dan jaringan KRL Jabodetabek diharapkan mampu menjadikan perjalanan menuju maupun dari stadion semakin mudah, aman, dan nyaman bagi seluruh pengunjung.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *