Kemenimipas Perketat Pengawasan Seleksi Catar Poltekimipas 2026, Tegaskan Transparansi dan Nol Pungutan

Berita65 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Itjen Kemenimipas) memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Seleksi Penerimaan Calon Taruna dan Taruni Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) Tahun 2026. Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berlangsung secara objektif, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik kolusi, manipulasi, dan pungutan biaya yang tidak sesuai ketentuan.

Inspektur Jenderal Kemenimipas, Rudi Setiawan, dalam keterangannya pada (18/10/2026), menegaskan bahwa pengawasan dilaksanakan secara berkelanjutan terhadap setiap tahapan seleksi yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Menurut Rudi, pengawasan tersebut merupakan bagian dari komitmen kementerian untuk menjaga integritas proses rekrutmen sekaligus memastikan setiap peserta memperoleh kesempatan yang adil berdasarkan kemampuan dan pemenuhan persyaratan yang telah ditetapkan.

“Melalui pengawasan yang berkelanjutan, kami terus berupaya memastikan Seleksi Penerimaan Calon Taruna/Taruni Poltekimipas Tahun 2026 berlangsung secara bersih, transparan, dan akuntabel,” kata Rudi.

Ia menegaskan, kredibilitas proses seleksi menjadi faktor penting dalam menjaring calon aparatur negara yang tidak hanya memenuhi standar akademik dan fisik, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, serta komitmen terhadap pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Irjen Turun Langsung Pantau Pemeriksaan Kesehatan

Sebagai bentuk pengawasan langsung, Rudi meninjau pelaksanaan seleksi kesehatan dan pengamatan fisik calon taruna dan taruni Poltekimipas di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob, Depok. Tahapan pemeriksaan tersebut berlangsung pada 14–16 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Nuzran Joher, juga turun langsung memantau jalannya proses seleksi. Keterlibatan pengawasan ini diarahkan untuk memastikan pelaksanaan pemeriksaan berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Rudi meninjau rangkaian pemeriksaan guna memastikan setiap peserta menjalani prosedur yang telah ditetapkan. Pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pengecekan tekanan darah, pemeriksaan fisik oleh dokter umum, pemeriksaan gigi dan penglihatan, elektrokardiogram (EKG), pemeriksaan radiologi, hingga pengambilan sampel darah dan urine.

Seluruh rangkaian pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam menilai kesesuaian kondisi kesehatan peserta dengan persyaratan seleksi. Karena itu, pelaksanaannya harus mengedepankan profesionalisme, ketelitian, dan konsistensi penerapan standar pemeriksaan.

Pengawasan juga diarahkan untuk meminimalkan potensi penyimpangan serta memastikan hasil pemeriksaan ditetapkan berdasarkan kondisi dan hasil evaluasi masing-masing peserta, bukan karena faktor kedekatan, intervensi, ataupun kepentingan tertentu.

Tegaskan Tidak Ada Kolusi, Manipulasi, dan Pungutan

Dalam arahannya kepada panitia seleksi, Rudi menekankan bahwa setiap petugas wajib menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat mematuhi ketentuan yang berlaku serta menjaga integritas selama proses seleksi berlangsung.

“Kami telah berpesan kepada seluruh panitia agar melaksanakan proses seleksi kesehatan jasmani ini sebaik-baiknya. Tidak ada kolusi, tidak ada manipulasi, dan tidak dipungut biaya. Kami berharap seluruh peserta dapat membuktikan bahwa mereka memiliki kondisi kesehatan dan kemampuan jasmani yang sesuai dengan persyaratan,” ujarnya.

Penegasan tersebut menjadi pesan penting bagi seluruh penyelenggara maupun peserta bahwa proses penerimaan calon taruna dan taruni harus mengutamakan kompetensi serta pemenuhan persyaratan yang berlaku.

Rudi juga mengingatkan para peserta agar tidak mengandalkan bantuan pihak lain untuk memperoleh kelulusan. Setiap calon taruna dan taruni diharapkan mengikuti seluruh tahapan dengan mengandalkan kemampuan diri sendiri, menjaga kesehatan, serta mempersiapkan diri secara optimal.

Ia menyampaikan pesan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan bahwa para peserta merupakan bagian dari harapan kementerian dan bangsa untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.

“Pada kesempatan ini mewakili Bapak Menteri menyampaikan pesan beliau bahwa kalian adalah harapan kami semua, harapan Bapak Menteri, harapan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, bahkan harapan Indonesia,” kata Rudi.

Menurutnya, proses seleksi bukan sekadar tahapan untuk memperoleh status sebagai taruna atau taruni, melainkan langkah awal menuju tanggung jawab yang lebih besar sebagai aparatur negara. Oleh sebab itu, nilai kejujuran dan integritas harus menjadi landasan sejak proses penerimaan, bukan hanya setelah seseorang dinyatakan lulus.

Manfaatkan Live Dashboard Untuk Perkuat Pengawasan

Untuk mendukung efektivitas pengawasan, Itjen Kemenimipas turut meninjau pemanfaatan Live Dashboard Seleksi Kesehatan dan Pemeriksaan Fisik. Sistem ini menyediakan informasi pelaksanaan seleksi secara terstruktur, termasuk rekapitulasi kehadiran peserta secara waktu nyata (real time) serta akses terhadap dokumen dan regulasi yang berkaitan dengan proses seleksi.

Dashboard tersebut juga memuat rekapitulasi penilaian setelah rangkaian pemeriksaan dan proses penilaian selesai dilaksanakan. Pemanfaatan sistem ini diharapkan dapat membantu proses pemantauan, meningkatkan keteraturan administrasi, serta mendukung tersedianya informasi yang diperlukan dalam pelaksanaan pengawasan.

Ketersediaan informasi secara terstruktur menjadi salah satu instrumen pendukung untuk memastikan proses seleksi dapat dipantau dengan lebih baik. Meski demikian, integritas pelaksanaan tetap bergantung pada kepatuhan seluruh pihak terhadap prosedur, keakuratan hasil pemeriksaan, dan konsistensi penerapan standar penilaian.

Itjen Kemenimipas menegaskan bahwa fungsi pengawasan akan terus dijalankan pada tahapan seleksi berikutnya, termasuk tes jasmani yang dijadwalkan pada (19/10/2026).

Pengawasan berkelanjutan tersebut diharapkan mampu menjaga seluruh proses penerimaan tetap berada dalam koridor aturan, sekaligus memberikan kepastian bahwa setiap peserta dinilai berdasarkan kriteria yang sama.

Melalui pengawasan yang konsisten, Kemenimipas menargetkan proses seleksi Catar Poltekimipas 2026 dapat menghasilkan calon taruna dan taruni yang memenuhi standar kesehatan dan kemampuan jasmani, memiliki kompetensi yang dibutuhkan, serta menjunjung tinggi integritas.

Pada akhirnya, transparansi seleksi tidak hanya diukur dari tersedianya mekanisme pengawasan dan sistem informasi, tetapi juga dari konsistensi penerapan aturan, objektivitas penilaian, dan terjaganya kesempatan yang adil bagi seluruh peserta. Prinsip tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun aparatur imigrasi dan pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, dan dapat dipercaya oleh masyarakat.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *