Kemensos dan Kemhan Berangkatkan 1.262 Kadet Unhan Untuk Dampingi Siswa Sekolah Rakyat di 181 Lokasi

Berita123 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Kementerian Sosial (Kemensos) berkolaborasi dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) memberangkatkan 1.262 kadet Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) untuk menjalankan pengabdian di Sekolah Rakyat yang tersebar di 181 lokasi di seluruh Indonesia.

Para kadet akan berperan dalam pendampingan siswa, penguatan karakter, pembentukan kedisiplinan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan dan bela negara.

Pelepasan dan pemberangkatan para kadet tersebut dipimpin Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul selaku inspektur upacara di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada (9/10/2026).

Dalam kegiatan ini, sebanyak 1.262 kadet didampingi 206 pengasuh diberangkatkan untuk mendukung proses pembinaan siswa Sekolah Rakyat pada jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

Gus Ipul mengatakan, penugasan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan pengabdian bagi para kadet, tetapi juga bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian siswa Sekolah Rakyat.

Menurut dia, para kadet diharapkan dapat menjadi teladan bagi siswa, terutama dalam menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun asrama.

Keteladanan itu dinilai penting karena siswa Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang keluarga, daerah, serta pengalaman hidup yang beragam.

“Lewat kegiatan ini, kami ingin siswa Sekolah Rakyat makin mengenal dan memahami betapa pentingnya kedisiplinan itu. Kita boleh memiliki perbedaan kemampuan atau minat dan bakat yang berbeda-beda, tidak bisa diseragamkan, tetapi satu hal yang sama, siapa pun kita, ketika ingin sukses, salah satu syaratnya harus disiplin,” kata Gus Ipul di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada (9/10/2026).

Ia menekankan, kedisiplinan tidak berarti menyeragamkan seluruh kemampuan dan karakter siswa. Sebaliknya, pembinaan perlu memberikan ruang bagi setiap anak untuk mengembangkan potensi, minat, dan bakat masing-masing, dengan tetap berpegang pada nilai tanggung jawab, keteraturan, dan penghormatan terhadap sesama.

Gus Ipul juga berharap kehadiran para kadet dapat mendorong siswa Sekolah Rakyat untuk memiliki motivasi belajar yang lebih kuat serta kemauan mengembangkan keterampilan sebagai bekal menghadapi masa depan.

“Mereka juga akan memotivasi supaya siswa Sekolah Rakyat juga memiliki kemauan kuat untuk memiliki keterampilan,” ujarnya.

Pendampingan Disesuaikan Dengan Keragaman Siswa

Gus Ipul menjelaskan, keberagaman latar belakang siswa menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses pendampingan. Para siswa tidak hanya dituntut mengikuti kegiatan pembelajaran, tetapi juga menjalani proses adaptasi untuk hidup bersama teman-teman dari daerah dan lingkungan sosial yang berbeda.

Karena itu, pembentukan karakter membutuhkan proses yang berkelanjutan. Kemampuan beradaptasi, menghargai perbedaan, menjaga kedisiplinan, dan membangun kebiasaan positif menjadi bagian penting dari kehidupan siswa di sekolah maupun asrama.

Dalam konteks tersebut, para kadet diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendorong siswa tumbuh lebih mandiri, percaya diri, dan bertanggung jawab. Pendampingan juga diharapkan membuka ruang bagi siswa untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi selama menjalani pendidikan.

Program ini menjadi bagian dari pengembangan Sekolah Rakyat yang mulai berjalan sejak 2025. Saat ini, lebih dari 44 ribu siswa tercatat mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat yang tersebar di 181 lokasi di seluruh Indonesia, mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA.

Satu Tim Terdiri Atas Tujuh Kadet Dari Berbagai Program Studi

Rektor Unhan RI Letnan Jenderal TNI (Purn) Anton Nugroho menjelaskan, penugasan akan dilaksanakan melalui pembagian tim yang ditempatkan di 181 Sekolah Rakyat. Setiap tim terdiri atas tujuh kadet dari berbagai tingkat pendidikan, yakni tingkat II, III, dan IV, serta didampingi pengasuh.

Para kadet tersebut berasal dari sejumlah program studi dengan latar belakang keilmuan yang beragam, antara lain kedokteran, kedokteran gigi, teknik, teknik mesin, teknik sipil, dan farmasi.

Menurut Anton, keberagaman disiplin ilmu yang dimiliki para kadet diharapkan dapat memberikan manfaat dalam proses pendampingan siswa. Meski tidak bertugas sebagai guru mata pelajaran, para kadet diharapkan mampu memperluas wawasan siswa, memberikan motivasi, serta membantu membangun kebiasaan belajar dan perilaku positif.

“Ketujuh orang itu bersama pengasuh. Ada pengasuh dan tujuh orang kadet Unhan ini dari berbagai tingkatan, tingkat 2, 3, dan 4. Mereka dari berbagai macam program studi, ada kedokteran, kedokteran gigi, teknik, teknik mesin, teknik sipil, ada juga dari farmasi. Nah, mereka semua mempunyai latar belakang ilmu yang berbeda. Harapan kami itu bisa bermanfaat dalam pembelajaran mereka,” ujar Anton.

Ia menegaskan, peran utama para kadet bukan menggantikan fungsi guru atau memberikan mata pelajaran khusus. Fokus penugasan diarahkan pada penguatan karakter dan kepribadian agar siswa memiliki kesiapan yang lebih baik dalam mengikuti proses pembelajaran.

Para kadet juga akan mengajak siswa berdiskusi mengenai hambatan dan kesulitan yang mereka hadapi. Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan dapat menemukan solusi yang sesuai dengan persoalan masing-masing, sekaligus belajar mengenali potensi diri dan meningkatkan kemampuan mereka.

“Kita juga ajak diskusi apa hambatan dan kesulitan-kesulitan mereka. Kita berikan solusi dan jalan yang terbaik agar mereka bisa berubah, intinya mereka itu harus ada perubahan pada diri mereka, baik secara disiplin, karakter, pengetahuan, dan keterampilan,” kata Anton.

Menguatkan Pendidikan Melalui Kolaborasi Lintas Kementerian

Kolaborasi Kemensos dan Kemhan melalui penugasan kadet Unhan ini menempatkan pendampingan karakter sebagai salah satu unsur pendukung pendidikan di Sekolah Rakyat.

Selain memperoleh pembelajaran akademik dari tenaga pendidik, siswa diharapkan mendapat penguatan dalam aspek kedisiplinan, kemandirian, wawasan kebangsaan, dan keterampilan sosial.

Di sisi lain, penugasan tersebut juga menjadi ruang pengabdian bagi para kadet untuk menerapkan nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan pengabdian kepada masyarakat.

Interaksi langsung dengan siswa dari beragam latar belakang diharapkan memperluas pengalaman para kadet dalam memahami persoalan pendidikan dan kehidupan sosial.

Dengan cakupan penugasan di 181 lokasi, tantangan pelaksanaan program ini terletak pada konsistensi pendampingan serta kemampuan menyesuaikan pendekatan dengan kebutuhan setiap sekolah dan siswa.

Keberhasilan program pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah kadet yang diberangkatkan, tetapi juga oleh kualitas interaksi, kesinambungan pembinaan, dan perubahan positif yang dapat dirasakan siswa.

Melalui sinergi kedua kementerian dan Unhan RI, pendampingan ini diharapkan memperkuat lingkungan pendidikan Sekolah Rakyat sehingga siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk menatap masa depan.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *