Kemhan Evaluasi Latsarmil Komcad Usai ASN Kemenekraf Meninggal, Pengawasan Kesehatan Peserta Bakal Diperketat

Berita21 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan duka cita atas meninggalnya aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Vanreko Varkas Bagaskara, saat mengikuti Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Kemhan memastikan insiden tersebut menjadi bahan evaluasi menyeluruh, khususnya terkait pengawasan kesehatan dan keselamatan peserta selama menjalani rangkaian latihan.

“Kementerian Pertahanan menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhum Vanreko Varkas Bagaskara, peserta Latsarmil Komcad ASN dari Kementerian Ekonomi Kreatif,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, pada (29/9/2026).

Rico mengatakan Vanreko merupakan sosok patriot muda yang dinilai memiliki dedikasi tinggi serta menunjukkan semangat bela negara melalui keikutsertaannya dalam program Komponen Cadangan.

Namun, di balik penghormatan tersebut, Kemhan menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan latihan menyusul insiden yang merenggut nyawa Vanreko.

“Insiden ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi Kemhan untuk semakin memperketat tata kelola pengawasan kesehatan dan keselamatan peserta di lapangan,” ujar Rico.

Evaluasi tersebut menjadi perhatian penting karena kegiatan Latsarmil Komcad melibatkan aktivitas fisik yang membutuhkan kesiapan dan pemantauan kondisi peserta secara berkelanjutan. Pengawasan kesehatan di lapangan menjadi salah satu aspek yang akan diperkuat setelah terjadinya insiden tersebut.

Vanreko meninggal dunia setelah mengalami kondisi darurat ketika mengikuti Latsarmil Komcad di Lanud Halim Perdanakusuma.

Kepala RSAU dr Esnawan Antariksa, Kolonel Kes dr Iman Fathurrohman, menjelaskan insiden tersebut terjadi pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Saat itu, Vanreko baru menyelesaikan sesi pertama penutupan Latsarmil. Ketika hendak memasuki sesi latihan berikutnya, ia mengeluhkan pandangan gelap dan pusing. Tak lama kemudian, Vanreko kehilangan kesadaran.

Tim kesehatan Pusdikkes yang bersiaga di lokasi kemudian segera memberikan pertolongan pertama.

“Tim Kesehatan Pusdikkes yang bersiaga di lokasi latihan di bawah pimpinan dr Iriane Dewi segera melakukan tindakan pertolongan pertama di tempat,” kata Iman.

Berdasarkan pemeriksaan awal, Vanreko mengalami hipotensi dan peningkatan suhu tubuh. Kondisi tersebut mengindikasikan serangan panas atau heatstroke yang berkaitan dengan respons fisik terhadap paparan cuaca dan kelelahan.

Petugas kesehatan di lokasi kemudian melakukan sejumlah tindakan penanganan darurat sebelum Vanreko dirujuk ke rumah sakit.

“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi hipotensi serta kenaikan suhu tubuh, yang mengindikasikan serangan heatstroke akibat respons fisik terhadap paparan cuaca dan kelelahan. Petugas lapangan langsung memberikan penanganan darurat berupa pendinginan/kompres dingin, resusitasi cairan infus serta terapi oksigenasi sebelum merujuk almarhum ke IGD RSAU dr Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma,” ujar Iman.

Penanganan tersebut dilakukan sebagai upaya menstabilkan kondisi Vanreko setelah mengalami gangguan kesehatan di lokasi latihan.

Setelah Vanreko meninggal dunia, Kemhan menyatakan seluruh proses pemulasaraan hingga pemakaman difasilitasi oleh Kementerian Pertahanan.

Tim Pusdikkes Kemhan terlibat dalam proses penanganan, termasuk sejak almarhum mendapatkan perawatan di RSPAD Gatot Soebroto hingga rangkaian prosesi pemakaman.

Kemhan menyebut fasilitasi tersebut merupakan bentuk penghormatan terakhir negara kepada Vanreko yang meninggal saat menjalankan kegiatan Latsarmil Komcad.

Di sisi lain, evaluasi terhadap pelaksanaan latihan menjadi langkah yang akan dilakukan Kemhan setelah insiden tersebut. Evaluasi terutama diarahkan untuk memperkuat tata kelola pengawasan kesehatan dan keselamatan peserta di lapangan.

Dengan demikian, insiden meninggalnya Vanreko tidak hanya menjadi duka bagi keluarga dan instansi tempatnya bekerja, tetapi juga menjadi catatan bagi penyelenggaraan latihan Komponen Cadangan, terutama dalam memastikan aspek kesehatan dan keselamatan peserta mendapat pengawasan yang semakin ketat selama kegiatan berlangsung.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *