Megawati Resmikan Renovasi Istana Gebang dan Monumen Bung Karno, Tegaskan Pentingnya Merawat Semangat Perjuangan

Berita55 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, meresmikan renovasi Istana Gebang yang berlokasi di Jalan Sultan Agung Nomor 59, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Dalam kesempatan yang sama, Megawati juga meresmikan monumen patung Bung Karno yang berdiri di kawasan kompleks bersejarah tersebut.
Peresmian ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian warisan sejarah bangsa sekaligus penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda.

Istana Gebang dikenal sebagai rumah masa kecil Soekarno, tempat berbagai gagasan, pemikiran, dan semangat perjuangan yang kelak mengantarkannya menjadi pemimpin bangsa mulai tumbuh dan berkembang.

Dalam sambutannya, Megawati memilih untuk tidak membacakan naskah pidato resmi yang telah disiapkan panitia. Putri Bung Karno itu lebih memilih berbicara secara spontan dan penuh emosional karena merasa sedang berada di rumah keluarga besarnya sendiri.

“Tadi saya sudah dibuatkan sambutan, tetapi saya berpikir, kalau saya baca akan terasa formal. Ini rumah Eyang Kakung saya. Maka saya memilih berbicara dari hati nurani,” ujar Megawati, dalam keterangannya di Jakarta, pada (17/6/2026).

Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan pun terasa sepanjang acara. Megawati beberapa kali menggunakan bahasa Jawa saat mengenang sosok kakeknya dan perjalanan hidup Bung Karno yang sarat dengan pengorbanan demi kemerdekaan Indonesia.

Dalam pidato tanpa teks tersebut, Megawati mengajak masyarakat untuk tidak sekadar melihat Istana Gebang sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga memahami nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya.
Menurutnya, tempat tersebut menyimpan jejak perjalanan seorang pemuda bernama Soekarno yang rela mengorbankan kebebasan pribadi demi cita-cita kemerdekaan bangsa.

Megawati mengingatkan bahwa Bung Karno menghabiskan sekitar 22 tahun masa hidupnya dalam penjara dan pengasingan di berbagai daerah, termasuk Ende, Bengkulu, dan Bangka. Masa-masa sulit itu dijalani karena komitmennya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan.

“Coba bayangkan, siapa yang mau dipenjara? Siapa yang mau dibuang jauh dari keluarga dan tanah kelahirannya? Tetapi Bung Karno bertahan karena keyakinannya bahwa suatu saat Indonesia akan menjadi negara merdeka,” kata Megawati.

Ia menegaskan bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini tidak lahir secara instan, melainkan melalui perjuangan panjang dan pengorbanan besar para pendiri bangsa.
Karena itu, Megawati mengajak generasi muda untuk terus menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan karya, prestasi, serta semangat persatuan.

“Apakah kita sudah benar-benar merdeka? Belum. Kita bisa saja dijajah kembali dalam bentuk lain jika tidak waspada. Karena itu, semangat perjuangan harus terus hidup,” tegasnya.

Prosesi peresmian renovasi Istana Gebang ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Megawati yang didampingi putranya, M. Prananda Prabowo, serta anggota keluarga Bung Karno lainnya, yakni Puti Guntur Soekarno dan Romy Soekarno.

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran pengurus pusat PDI Perjuangan yang dipimpin Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, pengurus DPD PDIP Jawa Timur, tokoh masyarakat, budayawan, serta ribuan kader dan warga yang memadati area kompleks museum.

Sesaat setelah sirine dibunyikan, acara dilanjutkan dengan peresmian monumen patung Bung Karno yang menjadi ikon baru kawasan Istana Gebang. Patung setinggi lima meter itu merupakan karya seniman asal Bantul, Yogyakarta, Gunadi.

Peresmian patung dilakukan melalui penandatanganan prasasti oleh Megawati. Kehadiran monumen tersebut diharapkan dapat menjadi simbol penghormatan terhadap jasa dan pemikiran Bung Karno sekaligus memperkuat daya tarik kawasan sebagai destinasi wisata sejarah nasional.

Patung tersebut menampilkan sosok Bung Karno yang tegap dan penuh wibawa, menggambarkan semangat kepemimpinan, nasionalisme, serta keberanian dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Dengan selesainya renovasi dan pembangunan monumen baru, kawasan Istana Gebang kini diproyeksikan menjadi pusat edukasi sejarah, kebudayaan, dan ideologi kebangsaan yang lebih representatif.

Kompleks ini tidak hanya menyajikan artefak dan dokumentasi perjalanan hidup Bung Karno, tetapi juga menghadirkan ruang refleksi bagi masyarakat untuk memahami nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendiri bangsa.

Usai seremoni, Megawati bersama keluarga dan sejumlah sahabat dekat, termasuk Connie Rahakundini Bakrie, berkeliling meninjau berbagai ruangan di dalam rumah yang pernah menjadi tempat tinggal keluarga Bung Karno.

Istana Gebang memiliki nilai sejarah yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Bangunan berarsitektur kolonial tersebut didirikan pada tahun 1884, bertepatan dengan pembangunan Stasiun Kereta Api Blitar.

Rumah itu kemudian dibeli dari seorang warga Belanda bernama C.H. Portier, pegawai perusahaan kereta api di Blitar, dan mulai ditempati keluarga Bung Karno sekitar tahun 1917.

Di rumah inilah Bung Karno tinggal bersama ayahnya, Raden Sukemi Sosrodihardjo, ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai, serta kakak kandungnya, Sukarmini. Berbagai pengalaman hidup yang ditemuinya selama tinggal di Blitar turut membentuk karakter, wawasan kebangsaan, dan kepeduliannya terhadap penderitaan rakyat.

Kini, setelah direnovasi dan dilengkapi dengan monumen baru, Istana Gebang diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai ruang pembelajaran sejarah bagi masyarakat sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan, pengorbanan, dan cita-cita besar para pendiri bangsa.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *