Menbud Fadli Zon: Pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang Diharapkan Dorong Ekonomi Warga dan Jadi Destinasi Wisata Budaya

Berita90 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, berharap pemugaran Masjid Tuo Ampang Gadang di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, tidak hanya menjaga warisan budaya bangsa, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar melalui pengembangan kawasan sebagai destinasi budaya dan wisata.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, pada (20/6/2026), Fadli Zon mengatakan bahwa keberhasilan pemugaran bangunan bersejarah tersebut perlu diikuti dengan upaya menghidupkan kembali fungsi sosial, budaya, dan keagamaan masjid melalui dukungan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah hingga DPRD.

“Setelah renovasi diperlukan dukungan masyarakat, pemerintah kabupaten, dan DPRD untuk mengaktivasi masjid,” ujar Fadli.

Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian hasil pemugaran tahap pertama Masjid Tuo Ampang Gadang yang berlokasi di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Kebudayaan yang turut disaksikan Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha.
Masjid Tuo Ampang Gadang merupakan salah satu bangunan cagar budaya penting di Sumatera Barat yang telah berdiri sejak tahun 1834.

Bangunan bersejarah tersebut menjadi saksi perjalanan perkembangan Islam dan tradisi masyarakat Minangkabau selama hampir dua abad.

Menurut Fadli, pemugaran tahap pertama telah berhasil memperbaiki sejumlah bagian bangunan utama masjid. Sementara itu, tahap lanjutan akan difokuskan pada penataan kawasan pendukung, pemasangan pagar pelindung, serta penyediaan sarana informasi dan edukasi bagi pengunjung.

Seluruh pekerjaan lanjutan tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2026.
Ia menegaskan bahwa pelestarian warisan budaya seperti Masjid Tuo Ampang Gadang memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kebudayaan.

“Pelestarian cagar budaya tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Diperlukan kerja sama seluruh pemangku kepentingan agar warisan sejarah ini tetap terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” katanya.

Selain menjaga keutuhan fisik bangunan, Fadli berharap Masjid Tuo Ampang Gadang tetap hidup sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat setempat.

Ia menilai keberadaan komunitas yang aktif akan menjadi faktor penting dalam menjaga nilai-nilai sejarah, tradisi, serta ajaran yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Mudah-mudahan Masjid Tuo Ampang Gadang yang sudah kita perbaiki, kita pugar, dapat menjadi masjid yang terus berlangsung dengan komunitasnya, dengan sejarahnya, dengan ajaran-ajarannya,” ujar Fadli.

Sementara itu, Bupati Safni Sikumbang menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pelestarian salah satu aset budaya penting di daerahnya.

Menurut dia, program pemugaran tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional di bidang kebudayaan sekaligus mendukung pengembangan potensi daerah.
Pada tahap berikutnya, pemerintah juga akan melakukan pemugaran menara masjid yang dibangun pada tahun 1901.

Menara tersebut memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang tinggi karena diyakini merupakan hasil akulturasi budaya Minangkabau dengan gaya arsitektur Mughal dari Asia Tengah.
Keunikan arsitektur tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang berpotensi menarik wisatawan, peneliti, maupun pegiat sejarah untuk berkunjung ke kawasan tersebut.

Melalui kerja sama antara Kementerian Kebudayaan dan pemerintah daerah, kawasan Masjid Tuo Ampang Gadang direncanakan dikembangkan sebagai pusat destinasi budaya terpadu yang mencakup wisata sejarah, wisata religi, wisata kuliner, hingga wisata alam.

Pengembangan kawasan ini diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar masjid.

Dengan pemugaran dan pengembangan kawasan yang berkelanjutan, Masjid Tuo Ampang Gadang diharapkan tidak hanya menjadi simbol pelestarian warisan budaya nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis budaya di Sumatera Barat.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *