Mendiktisaintek Brian Yuliarto Ajak Generasi Muda Perkuat Inovasi Sains dan Teknologi Untuk Transformasi Industri Nasional

Berita319 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengajak generasi muda Indonesia untuk mengambil peran strategis dalam memperkuat inovasi berbasis sains dan teknologi guna menghadapi transformasi industri nasional yang semakin dinamis.

Dalam keterangannya di Jakarta, pada (26/4/2026), Brian menegaskan bahwa perubahan global yang dipicu disrupsi teknologi, krisis multidimensi, hingga dinamika ekonomi dunia harus dipandang sebagai peluang besar bagi Indonesia untuk melahirkan berbagai inovasi baru.

“Ke depan, bisnis, usaha, dan inovasi di Indonesia tidak mungkin berhasil tanpa sains dan teknologi. Jadi, kita harus memperkuat riset dan teknologi,” ujar Brian.

Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi fondasi utama dalam membangun daya saing bangsa di tengah kompetisi global yang semakin ketat.

Karena itu, keterlibatan generasi muda, khususnya mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi, menjadi sangat penting dalam mendorong lahirnya solusi kreatif dan inovatif.

Brian juga menyoroti sejumlah tantangan struktural yang masih dihadapi Indonesia, salah satunya rendahnya proporsi tenaga kerja berpendidikan tinggi di sektor industri. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada belum optimalnya proses transformasi industri nasional menuju sektor yang berbasis teknologi dan pengetahuan.

Ia menilai, tantangan tersebut justru membuka ruang besar bagi lahirnya pelaku usaha baru dan inovator muda yang mampu menjawab kebutuhan zaman melalui pendekatan riset dan pemanfaatan teknologi.

“Setiap tantangan selalu membuka peluang. Indonesia sedang membangun fondasi industrinya, sehingga ini momentum bagi generasi muda untuk hadir membawa solusi,” katanya.

Lebih lanjut, Brian menegaskan bahwa hanya pelaku usaha dan inovator yang mampu mengintegrasikan riset serta teknologi yang akan mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan global.

Ia menyebut mahasiswa dan alumni perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai knowledge workforce yang akan menjadi tulang punggung transformasi ekonomi nasional.
“Mahasiswa dan alumni punya posisi strategis sebagai knowledge workforce yang akan menjadi tulang punggung transformasi ekonomi nasional. Maka, pengalaman pendidikan tinggi harus dimanfaatkan secara optimal untuk membangun keberanian dalam menciptakan solusi,” ujar Brian.

Dalam kesempatan itu, Mendiktisaintek juga menekankan pentingnya kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan dunia industri guna menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
Menurut dia, industri yang mampu tumbuh dan bersaing secara global adalah industri yang ditopang riset kuat, penguasaan teknologi, serta keterlibatan talenta unggul dari kampus.

Brian pun mengapresiasi sejumlah industri nasional yang telah berhasil mengembangkan inovasi berbasis riset dan terus beradaptasi dengan kebutuhan pasar.
“Model kolaborasi seperti ini diharapkan dapat diperluas untuk mendorong lebih banyak lahirnya industri berbasis sains dan teknologi di Indonesia,” tutur Brian Yuliarto.

Pemerintah berharap sinergi antara kampus, industri, dan generasi muda dapat menjadi motor penggerak utama dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi serta memperkuat posisi Indonesia di kancah global.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *