Menko Muhaimin Tegaskan Sekolah Rakyat Harus Jadi Instrumen Pemutus Rantai Kemiskinan Antargenerasi

Berita95 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan Sekolah Rakyat tidak boleh berhenti sebagai program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Lebih dari itu, program tersebut harus menjadi instrumen strategis pemberdayaan masyarakat untuk memutus mata rantai kemiskinan, memperluas mobilitas sosial, dan membuka jalan menuju kemandirian ekonomi.

Penegasan itu disampaikan Muhaimin saat memberikan sambutan dalam Malam Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026 yang diselenggarakan Kementerian Sosial di Sekolah Rakyat Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Menurut Muhaimin, Sekolah Rakyat merupakan gagasan dan terobosan Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat paling miskin, terutama mereka yang selama ini belum sepenuhnya tersentuh kebijakan dan layanan negara.

Ia menyebut kelompok tersebut sebagai the invisible people, yakni masyarakat yang kerap tidak terlihat dalam jangkauan kebijakan pembangunan, meskipun menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan dan kesempatan untuk memperbaiki taraf hidup.

“Hari ini kita semua telah menyaksikan Sekolah Rakyat yang didesain sejak awal benar-benar menjangkau masyarakat miskin, terutama yang tidak terjangkau kebijakan, the invisible people,” ujar Muhaimin dalam keterangan tertulisnya pada (19/10/2026).

Muhaimin menilai, kehadiran Sekolah Rakyat memperkuat perspektif bahwa pendidikan tidak semata-mata menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga instrumen penting untuk mengatasi kemiskinan yang berlangsung lintas generasi.

Dalam pandangannya, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan membangun masa depan yang lebih baik. Karena itu, kebijakan pendidikan perlu diarahkan agar mampu membuka kesempatan yang lebih adil bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi hambatan struktural.

“Sekolah Rakyat hari ini telah hadir mewarnai dan memberi inspirasi kita semua untuk terus meletakkan pendidikan sebagai pemutus mata rantai kemiskinan, membawa masa depan yang lebih baik dan insyaallah membawa kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia,” katanya.

Apresiasi Kementerian Sosial

Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin mengapresiasi Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul beserta jajaran Kementerian Sosial yang dinilai berhasil menerjemahkan arahan Presiden menjadi model penyelenggaraan pendidikan yang semakin terarah.

Ia mengakui bahwa pada tahap awal, konsep Sekolah Rakyat masih memerlukan perumusan pola dan model pelaksanaan yang tepat. Namun, seiring perkembangannya, program tersebut dinilai mulai menunjukkan bentuk penyelenggaraan yang lebih jelas.

“Awalnya Pak Mensos dan saya juga ragu-ragu, sekolah ini bagaimana polanya? Alhamdulillah, Pak Mensos atas perintah Presiden berhasil mewujudkan ini semua,” ungkap Muhaimin.

Ia menilai perkembangan tersebut menjadi modal penting bagi keberlanjutan program, sekaligus membuka peluang bagi Sekolah Rakyat untuk memberikan kontribusi lebih luas terhadap pembaruan pendekatan pendidikan nasional.

“Alhamdulillah, Sekolah Rakyat telah memiliki model yang amat sangat mapan, pasti, dan prospeknya mencerahkan,” tambahnya.

Meski demikian, keberhasilan program pendidikan, menurut semangat yang disampaikan Muhaimin, tidak cukup diukur dari keberadaan sekolah atau terselenggaranya kegiatan belajar-mengajar. Program tersebut juga perlu memastikan bahwa setiap peserta didik memperoleh kesempatan berkembang sesuai dengan potensi, minat, dan bakatnya.

Pendidikan Tidak Boleh Sekadar Menyeragamkan

Muhaimin berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu sumber inspirasi dalam pengembangan sistem pendidikan nasional, khususnya dalam menghadirkan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.

Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki kemampuan, minat, dan potensi yang berbeda. Karena itu, pendidikan semestinya tidak hanya berorientasi pada penyeragaman, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan keunggulan masing-masing.

“Kita ingin Sekolah Rakyat ini menjadi model pendidikan yang memberikan kualitas sesuai potensi dirinya, sesuai dengan apa yang menjadi harapan anak-anak didik kita,” ucapnya.

Menurut Muhaimin, pendekatan pendidikan yang mampu menghargai keragaman potensi peserta didik akan semakin relevan dalam menghadapi perubahan zaman. Sistem pendidikan juga perlu memastikan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak kehilangan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Sekolah Rakyat bukan hanya menginspirasi pola pendidikan di Sekolah Rakyat, tetapi juga menginspirasi tata kelola pendidikan kita pada umumnya,” tuturnya.

APBN Harus Berdampak Nyata Bagi Rakyat

Lebih jauh, Muhaimin menempatkan Sekolah Rakyat dalam kerangka politik pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, penanggulangan kemiskinan harus menjadi bagian dari kebijakan yang memberikan manfaat konkret, bukan sekadar menjadi agenda administratif pemerintah.

“Inilah bukti bahwa Sekolah Rakyat adalah bagian dari politik pemberdayaan kita, di mana salah satu upaya pemberdayaan adalah upaya penanggulangan kemiskinan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya politik anggaran yang berorientasi pada hasil dan dampak. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kata Muhaimin, harus digunakan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, memperluas kesempatan, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Setiap rupiah APBN kita harus mendorong pemberdayaan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya menempatkan anggaran negara sebagai instrumen pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dengan demikian, setiap kebijakan dan program pemerintah perlu diarahkan agar pelaksanaannya efektif, fungsional, dan mampu mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri.

Muhaimin berharap pendekatan pemberdayaan tersebut dapat memperkuat fondasi Indonesia sebagai negara yang bertumpu pada kemampuan dan ketangguhan rakyatnya sendiri.

“Indonesia yang berdiri kokoh di atas kaki kita sendiri, Indonesia yang kuat dan tangguh di atas kaki rakyatnya sendiri,” kata Muhaimin.

Lulusan Harus Memiliki Masa Depan Yang Jelas

Muhaimin turut mengajak seluruh pihak mendukung keberlanjutan Sekolah Rakyat agar manfaat program tidak berhenti pada akses pendidikan selama peserta didik berada di bangku sekolah.

Salah satu hal yang ditekankannya ialah pentingnya memastikan lulusan memiliki jalur masa depan yang jelas, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja sesuai kemampuan dan cita-cita mereka.

“Mari kita dukung terus keberlanjutan Sekolah Rakyat, memastikan Sekolah Rakyat memberikan lulusan yang bisa langsung terserap di dunia pendidikan yang lebih tinggi maupun di pasar kerja yang diharapkan oleh anak-anak kita,” paparnya.

Pesan tersebut menempatkan keberlanjutan pendidikan dan kesiapan lulusan sebagai bagian penting dari tujuan pemberdayaan. Pendidikan diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memperbesar peluang peserta didik untuk meningkatkan taraf hidup dan berpartisipasi dalam pembangunan.

Kepada para siswa, Muhaimin berpesan agar mereka memanfaatkan kesempatan belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, dan menaati aturan sekolah.

“Teruslah belajar sungguh-sungguh, disiplin, taatilah seluruh aturan sekolah. Insyaallah masa depan Anda cerah bagi Indonesia di masa yang akan datang,” pesannya.

Dalam suasana acara yang hangat, Muhaimin juga mengajak para hadirin mendoakan Presiden Prabowo Subianto yang berulang tahun pada hari tersebut. Ia berharap Presiden senantiasa diberikan kesehatan dan kesuksesan dalam memimpin Indonesia.

Apresiasi Peran Jurnalis

Pada akhir sambutannya, Muhaimin menyampaikan selamat kepada para pemenang Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat 2026. Ia mengapresiasi kontribusi para jurnalis dalam mengangkat kisah, pengalaman, dan inspirasi dari penyelenggaraan Sekolah Rakyat kepada masyarakat luas.

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam memperluas pemahaman publik mengenai program pemerintah sekaligus mendorong partisipasi berbagai pihak dalam mendukung agenda pemberdayaan masyarakat.

“Sinergi dan kolaborasi dengan media dan pemerintah ini akan memperbesar komitmen pemerintah, mendorong dan memotivasi seluruh aparat birokrasi kita untuk terus percaya diri membawa kemakmuran dan kesejahteraan bangsa,” terangnya.

Ia berharap pemberitaan mengenai Sekolah Rakyat terus berkembang sehingga masyarakat semakin memahami tujuan program tersebut dan tergerak untuk turut mendukung pelaksanaannya.

“Mari kita teruskan untuk menggaungkan inspirasi dari Sekolah Rakyat supaya seluruh bangsa kita menjadi bagian dari program yang diharapkan membawa kemajuan ini,” tutup Muhaimin.

Bagi pemerintah, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat paling rentan.

Namun, keberhasilan jangka panjangnya akan ditentukan oleh sejauh mana program tersebut mampu memberikan pendidikan berkualitas, memperluas kesempatan bagi peserta didik, serta membuka jalan menuju kemandirian dan kesejahteraan.

Dengan demikian, Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat anak-anak memperoleh pendidikan, tetapi juga diharapkan menjadi salah satu pintu keluar dari kemiskinan antargenerasi.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *