Minimnya Fasilitas Ruang Belajar di TK Al Amin Surya Indah Mengkhawatirkan – Proses Belajar Terhambat, Dinas Pendidikan Jeneponto Diminta Meninjau

Berita Daerah93 Dilihat

DetikSR.id Jeneponto, Kamis (30 Juli 2026) – TK Al Amin Surya Indah yang berlokasi di Desa Jombe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto. Kondisi prasarana bangunan sekolah serta fasilitas pendukungnya terbilang sangat memprihatinkan.

Kondisi tersebut menyebabkan proses belajar mengajar tidak berjalan secara optimal, padahal pendidikan merupakan prioritas utama pemerintah. Hal ini terungkap saat awak media melakukan kunjungan ke sekolah tersebut, di mana ruang belajar terlihat tidak memadai untuk mendukung aktivitas siswa. Perbaikan terhadap gedung dan fasilitas taman kanak-kanak (TK) serta pendidikan anak usia dini (PAUD) ini perlu dilakukan secepatnya agar layak digunakan ke depannya.

Dengan jumlah siswa yang mencapai sekitar 46 orang, keterbatasan ruang belajar menjadi masalah serius. Kondisi ini tidak hanya menghambat proses pembelajaran, tetapi juga dapat mengancam kualitas pendidikan masa depan anak-anak.

Kondisi atap TK Al Amin Surya Indah

Menurut keterangan seorang guru kepada awak media, pihaknya berharap pembangunan fisik sekolah dapat menjadi prioritas. “Kami berharap anak didik kami bisa merasakan kenyamanan dan ketenangan selama proses belajar berlangsung,” ujarnya.

Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Jeneponto, khususnya Bapak Bupati H. Paris Yasir, S.E., M.M., serta Dinas Pendidikan untuk melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi TK Al Amin Surya Indah di Desa Jombe.

Pendidikan di Kabupaten Jeneponto diharapkan dapat terus berkembang sesuai harapan, mengingat generasi penerus bangsa mulai dibentuk dari usia dini. Jika kondisi sekolah tidak mendapatkan perhatian dan fasilitas ruang belajar tetap tidak memadai, proses belajar mengajar akan terus terganggu.

Saat ini, sekolah kekurangan fasilitas dasar seperti bangku, meja, dan prasarana pendukung lainnya. Lantai sekolah bahkan belum dipasangi keramik dan hanya menggunakan alas dari spanduk atau baliho bekas. Selain itu, beberapa balok kayu struktur bangunan mulai menunjukkan tanda-tanda rapuh, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan bagi siswa dan siswi.

Melalui pemberitaan ini, diharapkan pihak terkait dapat mengambil langkah tegas dan segera melakukan perbaikan terhadap seluruh kondisi sekolah.(M.Asriel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *