Peduli Keselamatan Warga, Alumni SMPN 1 Teke Angkatan 1992 Salurkan Bantuan APAR ke Desa Ntonggu

Berita Daerah65 Dilihat

DetikSR.id Desa Ntonggu, 25 Juli 2026
Sehubungan dengan program peningkatan kesiapsiagaan penanggulangan bencana dan keselamatan warga, Pemerintah Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, bekerja sama dengan Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar), menyelenggarakan kegiatan “Penyerahan Simbolis dan Pelatihan Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR)” di Desa Ntonggu.

Kepala Desa Ntonggu, Agus Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas bantuan APAR yang diperoleh dari donatur, yaitu Alumni SMPN 1 Teke, dengan koordinator Miftahul Arifin, SPA. Ia, mewakili warga Desa Ntonggu, menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya atas bantuan tersebut. Sebanyak 16 unit APAR telah terealisasi khusus untuk Desa Ntonggu.

Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh perangkat desa, tetapi juga oleh unsur Pemerintah Kecamatan Palibelo yang turut menyaksikan proses penyerahan simbolis sekaligus pelatihan penggunaan APAR.

Dari pihak Kecamatan Palibelo, acara ini dihadiri oleh Sekretaris Camat (Sekcam) mewakili Camat Palibelo, Tajudin, SH. Dalam sambutannya, Sekcam menyampaikan rasa bangga dan haru atas pengadaan APAR ini, mengingat kebutuhan alat pemadam sangat tinggi terutama saat musim kemarau yang rawan kebakaran — termasuk kejadian kebakaran yang belum lama terjadi di Desa Ntonggu.

Pemerintah Kecamatan Palibelo turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Donatur dan Alumni SMPN 1 Teke angkatan tahun 1992 atas kontribusinya yang luar biasa bagi kemajuan Kecamatan Palibelo. Hingga saat ini, sudah dua desa yang menerima bantuan APAR, yaitu Desa Palibelo dan Desa Ntonggu. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan dampak apabila terjadi musibah kebakaran di kemudian hari.

Meski demikian Pemerintah Kecamatan Palibelo mengingatkan bahwa keberadaan APAR bukan berarti menjamin keamanan penuh dari bahaya kebakaran. APAR hanya berfungsi sebagai alat penanganan awal/sementara sebelum petugas dan armada pemadam kebakaran tiba di lokasi. Oleh karena itu, upaya-upaya pencegahan (preventif) oleh masyarakat Desa Ntonggu tetap harus terus dilaksanakan secara berkelanjutan, agar risiko kebakaran dapat diminimalkan sejak dini.(Cp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *