Pemerintah Perkuat Pariwisata Budaya, Fadli Zon Dorong Optimalisasi Kawasan Bersejarah dan Kekayaan IP Nasional

Nasional95 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pemerintah terus mendorong penguatan sektor pariwisata berbasis budaya melalui pengelolaan kawasan-kawasan bersejarah di berbagai daerah.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pengembangan pariwisata budaya menjadi salah satu fokus strategis yang perlu diperkuat secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.
Dalam keterangan resminya di Jakarta, pada (14/4/2026).

Fadli Zon menyampaikan bahwa pengelolaan potensi budaya seperti keraton dan istana di seluruh Indonesia harus dibenahi agar mampu menjadi daya tarik wisata unggulan.
“Kita bekerja di hulu, tengah, sampai hilir. Seharusnya pariwisata yang melewati kita. Karena itu, kita ingin membenahi berbagai potensi budaya, termasuk keraton dan istana di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menbud menekankan pentingnya pemanfaatan Intellectual Property (IP) dalam pengelolaan dan komersialisasi warisan budaya. Hal tersebut disampaikan saat melakukan pertemuan dengan Sapta Nirwandar, yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011–2014.

Menurut Fadli Zon, pemanfaatan IP dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi budaya, selama tetap menjaga autentisitas dan etika pelestarian.

Ia menilai kekayaan budaya Indonesia membuka peluang besar dalam pengembangan produk turunan yang bernilai tinggi.
“Kalau kita bisa mengembangkan produk-produk turunan budaya dengan kualitas tinggi, ini bukan sekadar suvenir biasa, tetapi direproduksi secara profesional dengan melibatkan perajin lokal, sehingga memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperluas akses publik terhadap warisan budaya,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sapta Nirwandar mengusulkan pentingnya kolaborasi internasional dalam penyelenggaraan kegiatan kebudayaan.

Ia mencontohkan potensi kerja sama berbasis kesamaan budaya, seperti pengembangan kerajinan bambu.
Menurutnya, selain berperan dalam pelestarian alam dan budaya, bambu juga memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri kreatif. Berbagai inovasi produk berbasis bambu telah berkembang di berbagai negara, mulai dari alat musik, furnitur, hingga produk fungsional seperti sepeda.

Pertemuan tersebut juga membahas pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis agama dan budaya, termasuk optimalisasi destinasi unggulan seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Selain itu, diskusi turut menyinggung pemanfaatan ruang budaya untuk pariwisata berbasis olahraga melalui penyelenggaraan event seperti Tour de Singkarak dan Borobudur Marathon.

Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan untuk melanjutkan koordinasi secara intensif guna merumuskan strategi yang tepat dalam pengembangan industri pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Pemerintah berharap langkah ini dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di kancah global.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *