Pemprov DKI Perluas Arena Ring Tinju di Jakarta, Upaya Tekan Tawuran dan Kriminalitas Dinilai Efektif Untuk Salurkan Energi Anak Muda

Berita60 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo berencana menambah arena ring tinju di sejumlah wilayah Jakarta sebagai upaya menekan angka tawuran remaja dan kriminalitas jalanan di ibu kota. Salah satu lokasi yang disiapkan berada di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Rencana tersebut disampaikan Pramono usai meresmikan arena ring tinju di kolong flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada (18/5/2026). Menurutnya, keberadaan fasilitas olahraga itu terbukti memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, khususnya dalam mengurangi aksi tawuran di kalangan anak muda.

“Karena di Kecamatan Ciracas ini sudah ada tempat ini, maka tadi secara spontan saya akan bangun di satu tempat lagi di Kampung Melayu, kurang lebih yang seperti ini,” ujar Pramono saat meninjau arena tinju tersebut.

Pramono mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya dari Pemerintah Kota Jakarta Timur, angka tawuran di wilayah sekitar mulai menunjukkan penurunan sejak arena tinju itu mulai beroperasi.

Ia menilai, fasilitas olahraga seperti ring tinju dapat menjadi ruang alternatif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi, bakat, dan kreativitas secara positif.

Menurut dia, pendekatan pembinaan melalui olahraga jauh lebih efektif dibanding hanya mengedepankan penindakan. Dengan adanya fasilitas yang memadai, anak-anak muda diharapkan memiliki aktivitas yang produktif dan terhindar dari perkelahian di jalanan.

“Mudah-mudahan itu memberikan manfaat bagi anak-anak muda yang ada di Jakarta Timur supaya energinya tersalurkan di tempat-tempat seperti ini, sehingga lebih produktif, tidak lagi tawuran, mengurangi berantem di jalanan, dan mudah-mudahan mereka bisa terlibat dalam menjaga Jakarta,” kata Pramono.

Arena ring tinju di kolong flyover Pasar Rebo sendiri mulai digunakan sejak Januari 2026. Fasilitas tersebut dibangun di atas lahan seluas 247 meter persegi dengan ukuran arena mencapai 9,5 meter × 9,5 meter. Kegiatan latihan di tempat itu dibina langsung oleh komunitas tinju profesional bersama masyarakat setempat.

Pramono menegaskan, pengelolaan fasilitas olahraga tersebut nantinya dilakukan secara bersama antara pemerintah dan komunitas warga. Skema kolaboratif itu dinilai penting untuk menjaga fasilitas tetap tertib, aman, terbuka untuk umum, serta menghindari praktik pungutan liar.

Selain itu, ia juga memastikan fasilitas olahraga tersebut dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. Meski demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap akan memperhatikan kesejahteraan para pelatih agar proses pembinaan atlet muda dapat berjalan secara berkelanjutan dan berkualitas.

Tak hanya di Jakarta Timur, Pramono berharap konsep arena olahraga di bawah kolong flyover dapat diperluas ke berbagai wilayah lain di Jakarta. Ia menilai pemanfaatan ruang-ruang kosong di bawah infrastruktur kota dapat menjadi solusi menghadirkan fasilitas publik yang bermanfaat sekaligus mendukung pembinaan generasi muda.

Program pembangunan arena tinju ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan produktif bagi masyarakat, khususnya kalangan remaja yang rentan terlibat tawuran.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *