PKKMB FAI UIT 2026: Safri Daeng Ngerho Ajak Mahasiswa Baru Bangun Karakter, Kompetensi, Relasi dan Masa Depan

Berita Daerah41 Dilihat

DetikSR.id MAKASSAR — Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Agama Islam Universitas Indonesia Timur (FAI UIT) Makassar menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perjalanan pendidikan dan kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 17 September 2026, tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Agama Islam UIT, Dr. Nurmadiah, S.Ag., M.Pd., dan dihadiri jajaran pimpinan, dosen, organisasi kemahasiswaan, panitia PKKMB serta mahasiswa baru FAI UIT.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Hubaenah, S.Ag., MM., selaku Ketua Program Studi FAI, Dr. Kasman, S.Pdi., M.Pd., Maryam, SE., MM., serta Mukti Ali Jari, S.Ag., MM. Kehadiran jajaran pimpinan dan civitas akademika tersebut menjadi bagian dari dukungan FAI UIT dalam menyambut dan membimbing mahasiswa baru memasuki kehidupan perguruan tinggi.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Safri, S.Pd., M.Pd., MH Daeng Ngerho, Ketua IKA FAI UIT Makassar, hadir sebagai pemateri pada sesi “Sharing Session With Alumni” dengan tema:

“Dari Mahasiswa Menjadi Alumni: Membangun Karakter, Kompetensi, Relasi, dan Masa Depan.”

Dalam sesi tersebut, Safri mengajak mahasiswa baru untuk memahami bahwa kehidupan kampus bukan sekadar perjalanan untuk memperoleh ijazah, tetapi merupakan proses panjang dalam membentuk karakter, kompetensi, kepemimpinan, jaringan dan kesiapan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Jangan berpikir bahwa tujuan kalian masuk kampus hanya untuk mendapatkan ijazah. Ijazah penting, tetapi karakter, kompetensi, pengalaman dan integritas jauh lebih menentukan bagaimana seseorang menjalani kehidupannya setelah menjadi alumni,” ujar Safri.

Empat Modal yang Harus Dibangun Sejak Mahasiswa

Safri menyampaikan empat modal utama yang harus mulai dibangun mahasiswa sejak hari pertama memasuki dunia kampus, yaitu ilmu, karakter, relasi dan kompetensi.

Menurutnya, mahasiswa harus memiliki budaya membaca dan rasa ingin tahu yang tinggi. Proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat diperoleh melalui buku, jurnal, seminar, organisasi, masyarakat dan pengalaman.

Selain ilmu, karakter dan akhlak juga menjadi bagian penting, terlebih bagi mahasiswa Fakultas Agama Islam.

“Ilmu tanpa akhlak dapat kehilangan arah. Kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab dan sopan santun harus menjadi kebiasaan sejak menjadi mahasiswa,” katanya.

Safri juga mendorong mahasiswa membangun relasi yang positif dengan sesama mahasiswa, dosen, alumni dan masyarakat.

“Relasi bukan sekadar mencari kenalan. Relasi adalah membangun kepercayaan,” tegasnya.

Sementara dari sisi kompetensi, mahasiswa didorong mengembangkan kemampuan komunikasi, menulis, teknologi digital, kepemimpinan, bahasa, kerja sama tim serta kemampuan menyelesaikan masalah.

Mahasiswa Jangan Takut Bermimpi Besar

Dalam sesi motivasi tersebut, Safri mengingatkan mahasiswa baru agar tidak membatasi cita-cita.

Ia menyampaikan bahwa mahasiswa FAI UIT memiliki kesempatan untuk berkembang menjadi berbagai profesi dan berkontribusi di berbagai bidang kehidupan.

“Jangan pernah mengatakan, ‘Saya hanya mahasiswa.’ Kalian adalah calon pemimpin masa depan. Ada yang kelak menjadi guru, pengusaha, birokrat, akademisi, aktivis sosial, tokoh masyarakat maupun pemimpin organisasi,” ungkapnya.

Safri menekankan bahwa masa mahasiswa merupakan waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri.

“Jangan tunggu sukses baru belajar. Belajarlah sekarang agar ketika kesempatan datang, kalian sudah siap,” pesannya.

Bijak Bermedia Sosial dan Menjaga Nama Baik Almamater

Di tengah perkembangan teknologi digital, Safri juga mengingatkan mahasiswa agar menggunakan media sosial secara bijak.

Menurutnya, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, membangun karya, memperluas jaringan dan menyebarkan informasi positif.

Namun, mahasiswa juga harus memahami bahwa setiap aktivitas di ruang digital dapat menjadi bagian dari rekam jejak pribadi.

“Sebelum mengunggah sesuatu, tanyakan kepada diri sendiri: apakah ini benar, apakah ini bermanfaat, apakah ini pantas, dan apakah saya siap mempertanggungjawabkannya?” ujarnya.

Ia juga meminta mahasiswa menjaga nama baik FAI UIT di dalam maupun di luar lingkungan kampus.

Perkuat Hubungan Mahasiswa dan Alumni

Sebagai Ketua IKA FAI UIT Makassar, Safri menegaskan bahwa hubungan mahasiswa dan alumni perlu terus diperkuat.

Menurutnya, alumni memiliki pengalaman yang dapat menjadi referensi bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, organisasi dan kehidupan sosial.

“Mahasiswa hari ini adalah alumni masa depan. Alumni hari ini adalah sahabat dan rumah bagi mahasiswa. Karena itu, hubungan antara mahasiswa dan alumni harus terus kita jaga,” tutur Safri.

Ia berharap mahasiswa baru FAI UIT tidak hanya menyelesaikan pendidikan dengan membawa ijazah, tetapi juga menjadi lulusan yang memiliki karya, integritas, kompetensi dan kepedulian kepada masyarakat.

Kesuksesan Harus Memberikan Manfaat

Menutup sesi sharing, Safri mengajak mahasiswa melakukan refleksi tentang makna kesuksesan.

Ia bertanya kepada mahasiswa baru:

“Siapa di sini yang ingin menjadi orang sukses?”

Setelah mahasiswa menjawab, Safri melanjutkan:

“Kalau ingin sukses, jangan hanya bertanya: apa yang akan saya dapatkan dari kampus? Tetapi mulai bertanya: apa yang bisa saya berikan kepada kampus, keluarga dan masyarakat?”

Menurutnya, keberhasilan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian pribadi, tetapi juga dengan manfaat yang mampu diberikan kepada orang lain.

Ia kemudian mengajak mahasiswa baru FAI UIT menjadikan masa perkuliahan sebagai proses membangun pribadi yang:

“Berilmu, Berakhlak, Berintegritas dan Bermanfaat.”

Safri menutup penyampaiannya dengan pesan kepada mahasiswa baru agar tidak menyia-nyiakan kesempatan selama berada di bangku kuliah.

Kuliah jangan hanya mengejar gelar. Carilah ilmu, bangun karakter, perbanyak pengalaman, bangun relasi, jaga integritas dan jangan pernah berhenti belajar. Karena suatu hari nanti kalian akan berdiri di tempat saya berdiri hari ini,” pungkasnya.

Jajaran yang Hadir

Kegiatan PKKMB FAI UIT tersebut turut dihadiri:

– Dr. Nurmadiah, S.Ag., M.Pd. — Dekan FAI UIT
– Hubaenah, S.Ag., MM. — Ketua Program Studi FAI UIT
– Dr. Kasman, S.Pdi., M.Pd.
– Maryam, SE., MM.
– Mukti Ali Jari, S.Ag., MM.
– Panitia PKKMB FAI UIT
– Wakil Presiden Mahasiswa UIT
– Ketua BEM UIT
– Ketua MPM FAI
– Serta mahasiswa baru Fakultas Agama Islam UIT.(*/M Asriel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *