Polda Metro Jaya Asah Kompetensi Polwan, Perkuat Kemampuan Negosiasi, Komunikasi Persuasif dan Bela Diri

Berita68 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) terus memperkuat kapasitas personel Polisi Wanita (Polwan) dalam menghadapi dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks. Salah satunya melalui Pelatihan Peningkatan Kompetensi Operasional Polwan Polda Metro Jaya yang digelar di Stadion Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta, pada (22/9/2026).

Pelatihan tersebut dibuka langsung Wakapolda Metro Jaya Irjen Dekananto Eko Purwono. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan operasional Polwan, baik dari sisi komunikasi, pengambilan keputusan maupun keterampilan menghadapi situasi yang membutuhkan tindakan kepolisian secara terukur.

Irjen Dekananto mengatakan peningkatan kompetensi merupakan bagian penting dalam mempersiapkan Polwan menghadapi perkembangan situasi serta tantangan tugas di lapangan.

“Pelatihan ini merupakan investasi untuk meningkatkan kemampuan Polwan. Dunia terus berkembang, begitu juga dengan tantangan tugas kepolisian. Karena itu, kemampuan harus terus diasah agar pelaksanaan tugas semakin baik,” ujar Irjen Dekananto dalam keterangannya, pada (22/9/2026).

Menurut dia, kemampuan personel tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman dalam menjalankan tugas sehari-hari. Personel perlu terus mendapatkan pembekalan agar mampu merespons berbagai situasi secara profesional, cepat, dan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis.

Pelatihan tersebut mencakup sejumlah kemampuan operasional, antara lain negosiasi, komunikasi persuasif, bela diri, serta tindakan kepolisian. Materi juga disesuaikan dengan kebutuhan tugas dan karakteristik wilayah masing-masing.

Salah satu kemampuan yang menjadi perhatian adalah negosiasi. Keterampilan tersebut dinilai tidak hanya dibutuhkan ketika polisi menghadapi situasi unjuk rasa, tetapi juga dalam menangani berbagai konflik yang muncul di tengah masyarakat.

“Kemampuan negosiasi dipersiapkan tidak hanya untuk pengamanan unjuk rasa, tetapi juga dalam menghadapi konflik di tengah masyarakat melalui pendekatan komunikasi yang persuasif dan humanis,” jelasnya.

Dengan kemampuan komunikasi yang baik, personel diharapkan dapat mengelola situasi secara lebih efektif, termasuk ketika menghadapi masyarakat dalam kondisi yang membutuhkan pendekatan persuasif. Kemampuan tersebut juga menjadi bagian penting untuk mencegah situasi berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Selain komunikasi dan negosiasi, aspek kemampuan fisik turut menjadi bagian dari pelatihan. Materi bela diri dan tindakan kepolisian diberikan untuk memastikan personel memiliki kesiapan ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons fisik sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Dirres PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kombes Rita Wulandari Wibowo mengatakan peningkatan kompetensi Polwan juga berkaitan erat dengan kualitas pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

Menurutnya, Polwan memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk perempuan, anak, dan kelompok rentan yang membutuhkan pendekatan khusus.

“Polwan diharapkan memiliki kemampuan yang tangguh secara fisik dan mental, mampu berkomunikasi secara persuasif, cepat mengambil keputusan, serta tetap humanis dalam setiap tindakan kepolisian,” ujar Rita.

Pelatihan diikuti personel Polwan Polda Metro Jaya dan jajaran. Kegiatan dilaksanakan melalui berbagai metode, mulai dari penyampaian materi, simulasi, praktik langsung hingga sesi tanya jawab.

Pola pelatihan tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya ketika menghadapi situasi nyata di lapangan. Dengan demikian, kemampuan yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan peningkatan kemampuan secara berkelanjutan diperlukan untuk memperkuat kesiapan Polwan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kompetensi yang terus diasah menjadi bekal penting agar personel mampu menghadapi berbagai situasi di lapangan dengan profesional, komunikatif, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” pungkasnya.

Melalui pelatihan tersebut, Polda Metro Jaya menempatkan peningkatan kompetensi personel sebagai bagian dari kesiapan menghadapi tantangan tugas kepolisian. Kemampuan komunikasi, negosiasi, ketahanan fisik, serta penguasaan tindakan kepolisian diharapkan dapat berjalan beriringan sehingga Polwan mampu menjalankan tugas secara profesional sekaligus tetap dekat dengan masyarakat.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *