Pramono Anung: Empat Juta Komuter Masuk Jakarta Setiap Hari Jadi Pemicu Macet, Pemprov Perluas Transjabodetabek Untuk Kurangi Kemacetan

Berita75 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut kemacetan di Jakarta tidak hanya disebabkan oleh aktivitas warga Ibu Kota, tetapi juga tingginya mobilitas masyarakat dari wilayah penyangga.

Menurutnya, setiap hari sekitar 4 juta komuter masuk ke Jakarta pada pagi hari dan kembali ke daerah asalnya pada sore hari, sehingga menambah kepadatan lalu lintas di berbagai ruas jalan.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat berdialog dengan masyarakat dalam acara Malam Puncak HUT ke-499 Jakarta yang digelar di Bundaran HI pada (27/6/2026).

Dalam dialog tersebut, Pramono menanggapi pertanyaan seorang warga asal Maluku yang kini menetap di Bekasi mengenai kondisi transportasi di Jakarta.

Ia menjelaskan bahwa tingginya arus keluar-masuk komuter dari kawasan penyangga menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengatasi kemacetan.

“Transportasi di Jakarta, salah satu yang menyebabkan macet adalah ketika pagi hari orang datang kurang lebih 4 juta. Sore hari kurang lebih 4 juta kembali ke kediamannya masing-masing. Itulah yang sekarang diatur oleh Jakarta,” ujar Pramono.

Untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, Pemprov DKI terus memperluas jaringan transportasi umum yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga melalui layanan Transjabodetabek.

Menurut Pramono, kini telah tersedia berbagai rute baru yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di sekitar, seperti rute Blok M–Bogor, Blok M–Bandara Soekarno-Hatta, serta Blok M–Bekasi.

Ia menegaskan bahwa pengembangan jaringan tersebut bertujuan agar masyarakat dari luar Jakarta memiliki alternatif transportasi yang lebih nyaman, cepat, dan terjangkau untuk menuju Ibu Kota tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.

“Dulu belum ada Transjabodetabek. Sekarang sudah ada dari Blok M ke Bogor, Blok M ke Soekarno-Hatta, Blok M ke Bekasi, dan sebagainya. Itu supaya warga dari luar Jakarta bisa menggunakan transportasi umum,” katanya.

Pramono juga mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kebijakan transportasi gratis yang diberikan dalam rangka HUT ke-499 Jakarta.

Awalnya, fasilitas tersebut hanya diperuntukkan bagi warga ber-KTP Jakarta. Namun, banyak warga dari Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, hingga Cianjur yang berharap memperoleh kebijakan serupa.

Menanggapi aspirasi tersebut, Pemprov DKI akhirnya memutuskan memberikan layanan gratis kepada seluruh masyarakat yang memiliki KTP Republik Indonesia selama peringatan HUT Jakarta berlangsung.

“Ternyata penduduk dari Bekasi, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, Cianjur, Depok juga minta gratis. Karena itu, hari ini semua yang ber-KTP Republik Indonesia kami gratiskan,” jelasnya.

Kebijakan tersebut mencakup berbagai moda transportasi yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, antara lain TransJakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan JakLingko.

Selain itu, masyarakat juga diberikan akses gratis ke sejumlah destinasi wisata dan ruang publik milik Pemprov DKI, seperti kawasan Ancol, Kebun Binatang Ragunan, Monumen Nasional (Monas), serta berbagai museum di Jakarta.

Pramono berharap kebijakan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT Jakarta, tetapi juga dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Pramono, semakin banyak masyarakat yang beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum, maka potensi pengurangan kemacetan di Jakarta akan semakin besar.

Ia optimistis kebijakan tarif khusus dan peningkatan layanan transportasi publik dapat membangun kesadaran masyarakat untuk menjadikan angkutan umum sebagai pilihan utama.
“Mudah-mudahan yang seperti ini akan membuat kesadaran orang untuk naik transportasi umum,” pungkas Pramono.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mengembangkan sistem transportasi terintegrasi dengan wilayah penyangga sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi kemacetan, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta menciptakan sistem transportasi perkotaan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *