Pramono Anung Minta BUMD DKI Konsolidasi, Siaga Hadapi Tantangan Global dan El Nino 2026

Berita55 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta memperkuat konsolidasi internal serta meningkatkan peran strategis sebagai pilar ekonomi daerah di tengah tantangan global dan ancaman perubahan iklim, termasuk potensi fenomena El Nino pada 2026.

Hal tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri BUMD Leaders Forum yang digelar Badan Pembinaan BUMD (BP BUMD) DKI Jakarta bersama Bank Jakarta di Jakarta, pada (17/4/2026).

Forum tersebut menjadi ajang konsolidasi para pimpinan BUMD dalam memperkuat daya saing dan kesiapan menghadapi dinamika ekonomi global.

Dalam sambutannya, Pramono menilai sejumlah BUMD Jakarta masih belum berperan optimal sebagai pemain utama dalam perekonomian daerah. Karena itu, ia menargetkan proses konsolidasi dilakukan dalam satu tahun ke depan agar BUMD mampu bergerak lebih agresif dan kompetitif.

“Saya mengharapkan agar dalam satu tahun ke depan BUMD melakukan konsolidasi dan saya juga memberikan ruang kesempatan karena saat ini banyak BUMD-BUMD Jakarta yang sekarang ini sudah tidak menjadi pemain lokal, antara lain Bank Jakarta, PAM Jaya, Dharma Jaya dan lain-lain. Saya yakin itu akan bisa memberikan banyak manfaat bagi Jakarta,” ujar Pramono.

Selain soal penguatan kelembagaan, Pramono juga mengingatkan jajaran BUMD agar mewaspadai berbagai risiko eksternal yang berpotensi memengaruhi kinerja perusahaan maupun pelayanan publik.

Menurutnya, kondisi geopolitik global yang tidak menentu serta potensi El Nino harus diantisipasi sejak dini.
“Tetapi saya juga menyampaikan karena sekarang ini kondisi geopolitik sedang struggling dan sebentar lagi ada El Nino diperkirakan dari April sampai September ini, maka saya minta juga mereka mempersiapkan itu,” katanya.

Ia optimistis, melalui konsolidasi serta pembentukan budaya perusahaan yang lebih modern, terbuka, dan profesional, seluruh BUMD Jakarta akan semakin siap menghadapi tantangan di masa depan.
“Mudah-mudahan konsolidasi BUMD dan membangun corporate culture yang lebih terbuka, transparan, dan dikelola secara profesional, saya yakin BUMD Jakarta makin siap,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BP BUMD DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat menjelaskan forum tersebut menitikberatkan pada penguatan daya saing perusahaan, kesehatan keuangan, serta peningkatan kapasitas pembiayaan pembangunan.

Ia menyebut salah satu agenda utama adalah mendorong akselerasi investasi dan kemandirian finansial melalui skema pembiayaan kreatif serta sinergi antar-BUMD. Pada Triwulan I 2026, telah ditandatangani fasilitas kredit Bank Jakarta untuk tiga BUMD, yakni PT Bank Jakarta, PT Perumda Dharma Jaya, dan Food Station Tjipinang Jaya.

“Topik pertama yaitu akselerasi kinerja investasi dan kemandirian finansial melalui creative financing dan sinergi pembiayaan. Untuk Triwulan I tahun 2026, Alhamdulillah telah ditandatangani fasilitas kredit Bank Jakarta untuk tiga BUMD,” ujar Syaefuloh.

Selain itu, forum juga membahas optimalisasi penjaminan proyek melalui PT Jamkrida Jakarta, serta peningkatan produktivitas aset strategis BUMD sebagai sumber pendapatan baru, termasuk melalui pengembangan sektor properti dan infrastruktur.

Kegiatan tersebut ditutup dengan penandatanganan kesepakatan kredit antara PAM Jaya dan Bank Jakarta sebagai bentuk penguatan kolaborasi antar-BUMD.

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap BUMD dapat bertransformasi menjadi institusi yang tangguh, profesional, dan adaptif, sekaligus berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *