Presiden Belarus Jadi Kepala Negara Pertama Yang Menginap di Istana Negara, Tandai Eratnya Hubungan Indonesia–Belarus

Nasional75 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, menjadi kepala negara sahabat pertama yang menginap di Istana Negara selama kunjungan kenegaraan ke Indonesia.

Keputusan tersebut menjadi momen bersejarah dalam diplomasi Indonesia karena selama ini tamu negara umumnya menginap di Wisma Negara atau hotel.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam keterangannya di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada (2/7/2026).
“Di Istana Negara. Presiden yang pertama di Istana Negara,” ujar Sugiono.

Selama ini, tamu kepala negara atau kepala pemerintahan yang melakukan kunjungan resmi ke Indonesia biasanya ditempatkan di Wisma Negara yang berada di dalam kompleks Istana Kepresidenan.
Beberapa pemimpin negara juga memilih menginap di hotel sesuai preferensi masing-masing.

Menurut Sugiono, tamu pemerintah terakhir yang menginap di Wisma Negara adalah Hun Sen saat berkunjung ke Indonesia.
“Kalau di Wisma Negara terakhir itu Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen,” katanya.

Sugiono menegaskan tidak ada alasan khusus di balik keputusan Presiden Lukashenko menginap di Istana Negara.

Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk penghormatan dari Pemerintah Indonesia kepada tamu negara.
Awalnya, Presiden Lukashenko direncanakan menginap di Wisma Negara.

Namun, Presiden RI, Prabowo Subianto, menilai Istana Negara lebih representatif untuk menyambut tamu kenegaraan tersebut.
“Saya kira kita memberikan penghormatan karena biasanya juga kalau kunjungan kenegaraan, presiden yang lain berkehendak di hotel.”
“Beliau kali ini ingin berkehendak untuk bisa di Istana. Tadinya di Wisma Negara, tapi Pak Presiden menilai yang lebih representatif ya di Istana,” jelas Sugiono.

Dalam agenda kunjungannya, Presiden Prabowo dijadwalkan menerima Presiden Lukashenko di Istana Merdeka pada Kamis siang. Pertemuan bilateral tersebut diperkirakan akan membahas peningkatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, pertahanan, pertanian, industri, serta penguatan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Belarus.

Kunjungan Presiden Lukashenko ke Indonesia merupakan kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo ke Belarus pada 15 Juli 2025. Selain menjadi simbol hubungan yang semakin erat, kunjungan ini juga menandai kunjungan kedua Lukashenko ke Indonesia setelah sebelumnya berkunjung pada tahun 2013.

Presiden Lukashenko tiba di Jakarta pada (1/7/2026) melalui Lanud Halim Perdanakusuma. Kedatangannya disambut langsung oleh Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin.

Dalam unggahan di akun Instagram resminya, Sjafrie menyampaikan bahwa dirinya mewakili Presiden RI untuk menyambut kedatangan Presiden Belarus.
“Saya mewakili Presiden RI menyambut kehadiran Presiden Republik Belarus H.E. Alexander Lukashenko di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 1 Juli 2026,” tulis Sjafrie.

Kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko diharapkan semakin memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Belarus yang telah terjalin selama lebih dari tiga dekade.

Momentum ini juga mencerminkan komitmen kedua negara dalam memperluas kerja sama strategis di berbagai sektor, sekaligus mempererat hubungan persahabatan di tingkat pemerintahan maupun antar masyarakat.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *