Presiden Prabowo Bongkar Praktik Mark-up Dalam Pengadaan Pemerintah, Efisiensi Anggaran Dialihkan Untuk Program Prioritas

Berita78 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan adanya praktik penggelembungan harga atau mark-up dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah.

Praktik tersebut, menurut Prabowo, selama ini menjadi salah satu sumber pemborosan anggaran negara.
Prabowo menegaskan pemerintahannya tengah berupaya menghentikan praktik penggelembungan harga tersebut sebagai bagian dari langkah efisiensi dan optimalisasi penggunaan anggaran negara.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada (23/7/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut praktik mark-up dalam belanja pemerintah bukan lagi menjadi sesuatu yang tersembunyi. Ia mengatakan masyarakat, termasuk para pemangku kepentingan di daerah, telah mengetahui adanya persoalan tersebut.

“Saya mau tutup ini akal-akalan dari banyak pihak. Ya, kita harus introspeksi. Kita sudah tahu, Ibu-Ibu, Bapak-Bapak, walaupun di daerah, Bapak-Bapak, Ibu-Ibu semua sudah tahu apa yang terjadi, iya kan? Benar kan? Setiap pembelian dari lembaga pemerintah selama ini pasti harganya digelembungkan, benar?” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, penggelembungan harga dalam pengadaan pemerintah dapat terjadi dalam jumlah yang sangat besar. Karena itu, ia memastikan pemerintah mengambil langkah untuk menghentikan praktik tersebut dan melakukan efisiensi terhadap belanja negara.

Prabowo menyebut kebijakan efisiensi yang dilakukan pemerintah telah memberikan hasil signifikan. Ia mengklaim pemerintah berhasil menghemat anggaran lebih dari Rp300 triliun sejak beberapa bulan pertama masa pemerintahannya.

“Ibu-Ibu tahu, apa saja, kadang-kadang digelembungkannya gila-gilaan. Ini sedang kita hentikan. Ini yang kita hemat dari beberapa bulan pertama pemerintah yang saya pimpin, kita bisa menghemat lebih dari Rp300 triliun,” ujar Prabowo.

Presiden mengatakan anggaran yang berhasil dihemat tersebut kemudian dapat dialihkan untuk membiayai berbagai program prioritas pemerintah. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Selain itu, Prabowo menyebut hasil efisiensi anggaran juga diarahkan untuk pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan ribuan jembatan serta perbaikan fasilitas pendidikan.

Ia menargetkan pembangunan sekitar 5.000 unit jembatan dapat diselesaikan hingga akhir 2026. Menurut dia, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konektivitas dan mendukung aktivitas masyarakat.

Tak hanya pembangunan jembatan, Prabowo juga menyoroti kondisi sejumlah gedung sekolah yang dinilai membutuhkan perbaikan. Ia mengatakan pemerintah menargetkan perbaikan puluhan ribu sekolah pada tahun ini.

“Sekolah-sekolah roboh, roboh! Sampai akhir tahun kita sudah akan memperbaiki 67.000 lebih sekolah. Tahun 2027 saya instruksikan harus lebih, 100.000 sekolah—yang sekian belas tahun tidak disentuh, Saudara-saudara,” tuturnya.

Prabowo menegaskan efisiensi anggaran tidak semata-mata bertujuan mengurangi belanja pemerintah. Menurut dia, langkah tersebut harus memastikan setiap rupiah uang negara digunakan secara efektif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pemerintah, kata dia, akan terus melakukan pembenahan terhadap tata kelola belanja negara, termasuk menutup celah pemborosan dan praktik penggelembungan harga dalam pengadaan barang dan jasa.

Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memperkuat efisiensi fiskal sekaligus mengarahkan anggaran negara pada program-program yang dinilai lebih produktif dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *