Presiden Prabowo Copot Dadan Hindayana dan Dua Wakil Kepala BGN, Diberhentikan Setelah Evaluasi Program MBG

Nasional154 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan memberhentikan Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua Wakil Kepala BGN, Letjen (Purn.) Lodewyk Pusung dan Irjen (Purn.) Sony Sonjaya.

Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama sekitar satu setengah tahun.

Pengumuman pergantian pimpinan BGN disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan Jakarta pada (2/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Prasetyo menyampaikan apresiasi atas kontribusi para pejabat yang diberhentikan dalam membangun dan mengembangkan kelembagaan BGN sejak awal pembentukannya.

Selain memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN, Presiden juga menunjuk Nanik S. Deyang sebagai penggantinya. Sementara itu, posisi dua wakil kepala yang ditinggalkan Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya akan diisi sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah.

“Pergantian pimpinan Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Saudara Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, dan Saudara Sony Sonjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi selama ini dalam membangun fondasi serta mengembangkan Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo.

Menurut Prasetyo, keputusan pergantian tersebut merupakan hasil dari proses evaluasi menyeluruh yang dilakukan Presiden terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, salah satu program prioritas pemerintah.

Selama kurang lebih 18 bulan terakhir, berbagai aspek pelaksanaan program menjadi perhatian khusus pemerintah untuk memastikan target peningkatan kualitas gizi masyarakat dapat tercapai secara optimal.

“Selama satu setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi, terdapat banyak catatan yang kemudian menjadi bahan pertimbangan Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini. Harapannya, berbagai catatan tersebut dapat segera diperbaiki sehingga pelaksanaan program ke depan menjadi lebih baik,” ujar Prasetyo.

Prasetyo menjelaskan bahwa hasil evaluasi pemerintah menemukan sejumlah aspek yang memerlukan perbaikan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, efektivitas koordinasi internal, hingga konsistensi dalam menjaga kualitas makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

Pemerintah menilai bahwa kualitas pelaksanaan program harus terus ditingkatkan mengingat MBG merupakan program strategis nasional yang menyasar jutaan penerima manfaat di berbagai daerah.

Karena itu, diperlukan kepemimpinan yang mampu memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus memastikan seluruh standar yang telah ditetapkan dapat dijalankan secara konsisten.

Prasetyo menegaskan bahwa pergantian pimpinan bukan semata-mata bentuk sanksi, melainkan bagian dari upaya penyegaran organisasi untuk meningkatkan kinerja BGN. Pemerintah berharap kepemimpinan baru dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang masih ditemukan dalam pelaksanaan program dan memperkuat kepercayaan publik terhadap program MBG.

Dengan perubahan susunan pimpinan tersebut, pemerintah menargetkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, akuntabel, dan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan demi mendukung peningkatan gizi masyarakat Indonesia.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *