Presiden Prabowo Pimpin Delegasi KTT ASEAN ke-48 dan Forum BIMP-EAGA di Filipina, Untuk Perkuat Diplomasi

Nasional155 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertolak menuju Filipina untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang dijadwalkan berlangsung pada 7–8 Mei 2026 di Cebu.

Keberangkatan Presiden menjadi bagian dari agenda diplomasi strategis Indonesia dalam memperkuat kerja sama kawasan Asia Tenggara di tengah tantangan global yang semakin dinamis.

Presiden Prabowo lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada (7/5/2026). Keberangkatan kepala negara dilepas langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama sejumlah pejabat tinggi negara.

Turut hadir melepas keberangkatan Presiden, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra.

Setibanya di Cebu, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri salah satu agenda utama KTT ASEAN, yakni Konferensi Tingkat Tinggi Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA).

Forum subkawasan tersebut menjadi wadah strategis bagi negara-negara anggota dalam memperkuat konektivitas, perdagangan, investasi, dan pembangunan ekonomi di kawasan timur ASEAN.

Kehadiran Indonesia dalam forum BIMP-EAGA dinilai penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi regional sekaligus memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan yang kompetitif dan terintegrasi.

Dalam rangkaian pertemuan KTT ASEAN, Presiden Prabowo juga dijadwalkan membahas berbagai isu strategis kawasan bersama para pemimpin negara anggota ASEAN.

Pembahasan mencakup penguatan kerja sama ekonomi, stabilitas kawasan, hingga respons terhadap dinamika geopolitik global yang berkembang.
Selain itu, isu ketahanan energi diperkirakan menjadi salah satu fokus utama dalam pembahasan antarnegara ASEAN.

Para pemimpin kawasan diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan ekonomi global, gangguan rantai pasok, serta ketidakpastian geopolitik internasional.

KTT ASEAN ke-48 juga diharapkan menghasilkan sejumlah langkah konkret untuk mempererat kerja sama strategis di berbagai sektor, termasuk perdagangan, investasi, transformasi digital, ketahanan pangan, dan keamanan kawasan.

Dalam penerbangan menuju Filipina, Presiden Prabowo didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memainkan peran sentral dalam memperkuat solidaritas dan kerja sama ASEAN di tengah berbagai tantangan global yang dihadapi kawasan maupun dunia internasional.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *