DetikSR.id Jakarta, Presiden RI Prabowo Subianto memuji kiprah Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Prabowo menilai keduanya layak menduduki posisi tertinggi di institusi masing-masing karena rekam jejak pengabdian, prestasi, serta kemampuan dalam menjalankan tugas.
Pujian tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan pembangunan 3.395 jembatan dan 3.000 sumber air bersih yang dikerjakan oleh jajaran TNI dan Polri, pada (13/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan bahwa pencapaian seorang prajurit maupun anggota kepolisian hingga menduduki jabatan puncak bukanlah sesuatu yang diberikan tanpa pertimbangan.
Menurutnya, posisi tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang, karya, pengabdian, dan kemampuan yang telah ditunjukkan.
“Seorang prajurit seperti Maruli Simanjuntak menjadi perwira pejabat tertinggi di Angkatan Darat, ya itu pantas atas hasil karya dan pengabdiannya. Saya juga yakin Jenderal Polisi Listyo mencapai puncak tertinggi di Kepolisian itu pantas karena prestasi, pengabdian, dan kemampuannya,” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan dirinya telah lama memperhatikan berbagai inisiatif yang dilakukan Maruli sebelum akhirnya dipercaya memimpin TNI Angkatan Darat.
Ia menyebut kepemimpinan tidak hanya diukur dari jabatan yang diemban, tetapi juga dari keberanian mengambil inisiatif dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Jenderal Maruli sebelum menjadi KSAD, sebelum menjabat jabatan yang tertinggi di Angkatan Darat, saya telah monitor saudara mengambil inisiatif-inisiatif yang baik,” ujar Prabowo.
Prabowo kemudian mengingatkan para prajurit, anggota kepolisian, pejabat, dan pemimpin agar tidak menganggap remeh setiap tindakan yang dilakukan dalam menjalankan tugas.
Menurut dia, setiap pengabdian dan perbuatan baik yang dilakukan seorang pemimpin pada akhirnya akan diketahui dan diingat oleh masyarakat.
“Walaupun mungkin saudara tidak merasa, tapi semua perbuatan baik, semua pengabdian yang baik oleh pribadi, oleh pejabat, oleh pemimpin, itu sesungguhnya dimonitor, dipantau, dicatat, diingat oleh rakyat. Ingat hal itu,” tegasnya.
Prabowo menilai orientasi utama seorang pemimpin haruslah memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Jabatan, menurutnya, bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah untuk bekerja dan menghasilkan sesuatu yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengapresiasi kerja bersama TNI dan Polri dalam membangun infrastruktur dasar bagi masyarakat. Ribuan jembatan dan sumber air bersih yang dibangun dinilai menjadi bukti bahwa kedua institusi tersebut mampu bekerja bersama untuk menjawab kebutuhan rakyat.
Prabowo secara khusus menyoroti manfaat pembangunan tersebut bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan pedesaan.
“Kita telah bahu-membahu, saudara telah menangkap apa arti menjadi pemimpin. Saudara telah menangkap bagaimana bahagianya kalau kita bisa berbuat yang berarti untuk rakyat kita, apalagi rakyat kita yang paling terpencil, apalagi rakyat kita di desa,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, pembangunan jembatan dan penyediaan sumber air bersih memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Infrastruktur tersebut dapat membuka akses antardaerah, memperlancar mobilitas warga, serta membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Ia menegaskan, semangat pengabdian seperti itu harus terus dipelihara oleh jajaran TNI dan Polri. Pemimpin, kata Prabowo, harus mampu menerjemahkan tugas dan kewenangannya menjadi kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan Prabowo kepada jajaran TNI dan Polri agar terus menempatkan kepentingan rakyat sebagai bagian utama dari pelaksanaan tugas.
Bagi Presiden, prestasi dan jabatan seorang pemimpin pada akhirnya harus dibuktikan melalui karya serta pengabdian yang dirasakan masyarakat.
Ervinna






