Puan Maharani Tegaskan DPR RI Terbuka Terhadap Aspirasi dan Kritik Publik Pada HUT Ke-81

Berita97 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani menegaskan bahwa DPR RI terbuka terhadap kritik, masukan, dan aspirasi masyarakat sebagai bagian penting dalam memperkuat hubungan antara lembaga legislatif dan rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Puan dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Khusus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, pada (1/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Puan mengakui bahwa DPR RI masih memiliki berbagai ruang untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas serta fungsinya, baik dalam bidang legislasi, anggaran, pengawasan maupun diplomasi parlemen.

Menurut dia, kritik dari masyarakat seharusnya tidak dipandang sebagai bentuk kerenggangan hubungan antara rakyat dan DPR. Sebaliknya, kritik merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang diperlukan untuk memastikan lembaga perwakilan rakyat tetap peka terhadap aspirasi dan kondisi kehidupan masyarakat.

“Kritik tidak semestinya dipandang sebagai jarak antara rakyat dan DPR, melainkan sebagai bagian dari hubungan demokratis yang menjaga DPR RI tetap dekat dengan aspirasi dan kenyataan hidup rakyat,” ujar Puan.

Ia menegaskan bahwa setiap kritik dan masukan yang disampaikan masyarakat harus menjadi bahan evaluasi sekaligus pendorong bagi DPR RI untuk terus memperbaiki kinerja dan melakukan transformasi kelembagaan.

Puan mengatakan DPR RI menyadari bahwa keberhasilan lembaga legislatif tidak semata-mata dapat diukur berdasarkan jumlah produk undang-undang yang berhasil dibentuk, banyaknya rapat yang diselenggarakan, maupun besarnya anggaran negara yang dibahas dan disetujui bersama pemerintah.

Lebih dari itu, kata dia, ukuran utama kinerja DPR adalah sejauh mana seluruh proses dan keputusan yang dihasilkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kinerja DPR RI sebagai wakil rakyat pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak yang dikerjakan, tetapi seberapa berarti hasil kerja DPR RI bagi kehidupan rakyat,” tuturnya.

Puan memandang peringatan HUT Ke-81 DPR RI sebagai momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen pengabdian kepada rakyat.

Usia 81 tahun, menurut dia, bukan sekadar catatan perjalanan kelembagaan, melainkan bagian dari perjalanan panjang demokrasi Indonesia yang diwarnai oleh perjuangan, dinamika, serta proses dialektika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Karena itu, momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat, meningkatkan kualitas kerja parlemen, serta terus menyempurnakan praktik demokrasi di Indonesia.

Puan menekankan bahwa prinsip kedaulatan rakyat harus senantiasa menjadi landasan dalam menjalankan kehidupan bernegara. Kedaulatan tersebut, menurutnya, tidak boleh bertumpu pada kehendak perseorangan ataupun kekuasaan semata, tetapi harus berakar pada rakyat sebagai pemegang kedaulatan.

Ia menilai kepercayaan publik terhadap DPR tidak dapat dibangun hanya melalui pernyataan atau janji, melainkan harus diwujudkan melalui konsistensi antara aspirasi masyarakat yang didengar, kebijakan yang dihasilkan, serta manfaat yang benar-benar dapat dirasakan oleh rakyat.

“Kepercayaan rakyat tumbuh dari konsistensi antara aspirasi yang didengar, kebijakan yang diambil, dan manfaat yang dapat dirasakan oleh rakyat,” kata Puan.

Puan kemudian mengajak seluruh anggota DPR RI untuk terus melakukan introspeksi dan bekerja bersama dalam meningkatkan kualitas lembaga perwakilan rakyat tersebut.

Ia berharap DPR RI tidak hanya menjadi lembaga yang menghasilkan berbagai kebijakan dan regulasi, tetapi juga mampu memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menurut Puan, tantangan DPR ke depan adalah menjaga agar lembaga legislatif semakin responsif terhadap perkembangan persoalan yang dihadapi masyarakat. Dengan demikian, fungsi representasi tidak berhenti pada proses menyerap aspirasi, tetapi berlanjut pada perjuangan agar aspirasi tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan yang memberikan dampak positif.

“Marilah kita, DPR RI, pada usia yang ke-81 tahun ini terus mawas diri dan kita kerja bersama menjadikan DPR RI yang membawa perubahan nyata bagi kehidupan rakyat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perjalanan DPR selama 81 tahun seharusnya tidak hanya dilihat dari aspek usia dan lamanya lembaga tersebut berdiri, tetapi terutama dari seberapa dekat DPR dengan masyarakat yang diwakilinya.

“81 tahun DPR RI bukanlah tentang sudah seberapa jauh DPR RI berjalan, tetapi tentang sudah seberapa dekat perjalanan kita dengan rakyat,” kata Puan di hadapan para legislator.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa refleksi atas perjalanan DPR RI harus diarahkan pada upaya memperkuat kualitas representasi, meningkatkan kepercayaan publik, dan memastikan keberadaan parlemen benar-benar memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Dengan menjadikan kritik dan masukan publik sebagai bagian dari proses evaluasi, DPR RI diharapkan dapat terus memperbaiki kinerja serta memperkuat perannya sebagai lembaga perwakilan yang bekerja berdasarkan prinsip demokrasi dan kepentingan rakyat.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *