Putra Naibaho Sekretaris Jenderal DPP GPM : Totok Soekarnoputra, Trah Bung Karno yang Menjadi Harapan Baru Kader Marhaenis

Berita45 Dilihat

DetikSR.id Terpilihnya Putra Naibaho sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) membawa semangat baru bagi kader-kader muda Marhaenis di berbagai daerah. Kepercayaan yang diberikan kepada Putra Naibaho untuk mengemban amanah tersebut tidak terlepas dari peran sosok yang selama ini menjadi inspirator, guru, sekaligus teman seperjuangan baginya, yakni Totok Suryawan Soekarnoputra, salah satu trah Bung Karno.

Bagi banyak kader Marhaenis, Totok Soekarnoputra merupakan figur yang mampu menjembatani warisan pemikiran dan nilai-nilai perjuangan Bung Karno dengan tantangan kebangsaan masa kini. Pengalamannya dalam berbagai aktivitas sosial, politik, dan kebangsaan menjadikannya sosok yang dihormati sekaligus dekat dengan kader di akar rumput. Karakter kepemimpinannya yang terbuka, sederhana, dan komunikatif membuat dirinya diterima oleh berbagai kalangan.

Dalam berbagai kesempatan, Totok Soekarnoputra dikenal konsisten mendorong penguatan ideologi Marhaenisme sebagai landasan perjuangan untuk mewujudkan keadilan sosial, kemandirian bangsa, dan keberpihakan kepada rakyat kecil. Komitmen tersebut menjadi salah satu alasan kuat mengapa banyak kader menaruh harapan besar terhadap kiprahnya sebagai Dewan Penasehat DPP GPM Periode 2026–2030.

“Saya sangat terinspirasi oleh cara beliau menjalani kehidupan. Meskipun lahir dari trah Bung Karno, beliau tidak menunjukkan sikap elitis, melainkan hidup sederhana layaknya rakyat biasa. Bahkan dalam persiapan Kongres XI GPM, beliau secara langsung mendampingi saya mengantarkan proposal dan berbagai surat ke kantor-kantor pemerintah di Jakarta. Saya merasa terharu melihat bagaimana beliau membaur dan berjuang bersama kader. Di sela-sela perjuangan itu, banyak gagasan dan pandangan beliau yang mampu membangkitkan semangat perjuangan serta memperkuat kecintaan saya terhadap nilai-nilai kebangsaan,” tutur Putra Naibaho, Kamis (18/6/2026) dibilangan Menteng, Jakarta Pusat.

Ia pun menambahkan, selain dikenal sebagai sosok inspiratif, Totok Soekarnoputra juga dipandang sebagai guru yang selalu memberikan ruang pembelajaran kepada generasi muda. Melalui berbagai forum diskusi, pendidikan kader, dan kegiatan kebangsaan, ia aktif menanamkan pentingnya menjaga persatuan nasional, memperkuat semangat gotong royong, serta membangun kesadaran politik yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

 

Kedekatannya dengan kader membuat Totok Soekarnoputra tidak hanya dihormati sebagai tokoh, tetapi juga dianggap sebagai teman seperjuangan yang memahami dinamika dan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Ia kerap menegaskan bahwa perjuangan Marhaenisme harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari penguatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan masyarakat, hingga keterlibatan aktif dalam menjaga demokrasi dan kedaulatan bangsa.

Masihnya, terpilihnya dirinya sebagai Sekretaris Jenderal DPP GPM juga tidak terlepas dari arahan, bimbingan, dan motivasi yang diberikan oleh Totok Soekarnoputra selama proses kaderisasi. Ia mengenang momen menjelang Kongres XI GPM ketika dirinya hampir tidak dapat menghadiri kongres tersebut. Pada saat itu, Totok Soekarnoputra terus memberikan dukungan dan wejangan yang membakar semangatnya untuk hadir sebagai wujud komitmen terhadap persatuan kader-kader GPM se-Indonesia, dan dengan tidak terduga kehadirannya di Kongres XI GPM malah menjadi salah satu calon Ketua Umum terkuat yang di suarakan oleh kader-kader yang mengikuti Kongres XI GPM.

“Beliau terus menghubungi saya dan memberikan nasihat yang membangkitkan keyakinan untuk tetap hadir dan berjuang bersama kader-kader GPM dari seluruh Indonesia. Dukungan beliau menjadi salah satu energi besar yang menguatkan langkah saya sampai saya terpilih secara Musyawarah Mufakat menjadi Sekretaris Jenderal DPP GPM,” tambahnya.

Dengan bekal pengalaman, komitmen ideologis, serta kedekatan emosional dengan kader, Totok Soekarnoputra kini dipandang sebagai salah satu harapan baru bagi keluarga besar Gerakan Pemuda Marhaenis. Kader-kader Marhaenis optimistis bahwa nilai-nilai perjuangan Bung Karno akan terus hidup, relevan, dan menjadi kekuatan dalam menjawab berbagai tantangan bangsa di masa depan.

Semangat Marhaenisme yang diwariskan Bung Karno diyakini akan terus berkembang melalui kaderisasi yang kuat, kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat, serta komitmen bersama untuk menjaga cita-cita keadilan sosial dan kedaulatan bangsa Indonesia. (Red/RBT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *