Revitalisasi Kota Tua Jakarta Akan Hadirkan Trem Listrik dan Zona Rendah Emisi, Target Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia Pada 2029

Berita95 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama pengelola Kawasan Kota Tua tengah menyiapkan sejumlah program pengembangan dalam rangka revitalisasi kawasan bersejarah tersebut.

Salah satu langkah utama yang akan diwujudkan adalah pembangunan jalur trem listrik serta penerapan Low Emission Zone (LEZ) atau kawasan rendah emisi guna menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi pejalan kaki, wisatawan, dan masyarakat.

Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta, Denny Aputra, mengatakan bahwa konsep revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya menjadikan Kota Tua sebagai destinasi wisata berkelas dunia sekaligus memperkuat nilai sejarah yang melekat pada kawasan tersebut.

“Salah satunya kita akan membangun juga LEZ atau Low Emission Zone. Jadi kita akan membatasi kendaraan nanti ketika sudah jadi semuanya,” ujar Denny saat ditemui di Kawasan Kota Tua, Jakarta, pada (14/6/2026).

Melalui penerapan LEZ, akses kendaraan bermotor di sejumlah area Kota Tua akan dibatasi secara bertahap. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi polusi udara, meningkatkan kualitas lingkungan, serta menciptakan kawasan wisata yang lebih nyaman dan aman bagi pejalan kaki.

Konsep kawasan rendah emisi telah diterapkan di berbagai kota besar dunia sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan dan pengurangan dampak perubahan iklim.

Di Kota Tua Jakarta, kebijakan tersebut diharapkan mampu mendukung pelestarian bangunan cagar budaya sekaligus meningkatkan pengalaman wisata.

Selain LEZ, Pemprov DKI Jakarta juga berencana menghidupkan kembali moda transportasi trem yang pernah menjadi bagian penting dari sejarah transportasi Jakarta pada masa lalu. Namun, berbeda dengan trem terdahulu, moda yang akan dikembangkan nantinya menggunakan teknologi modern berbasis tenaga listrik yang lebih ramah lingkungan
.
“Trem yang lama jalurnya saja, dan sudah menggunakan tenaga listrik nanti ke depan,” kata Denny.

Menurutnya, keberadaan trem listrik tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi simbol penguatan identitas sejarah Kota Tua. Kehadiran trem diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang unik sekaligus memperkuat karakter kawasan sebagai pusat warisan budaya Jakarta.

Rencana awal menyebutkan jalur trem akan melintasi sejumlah titik penting di kawasan wisata Kota Tua dan berpotensi terhubung dengan area bersejarah lainnya, termasuk kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa.

Namun, pemerintah masih melakukan kajian lebih lanjut terkait rute dan teknis pembangunan.
Pengembangan trem tersebut menjadi bagian dari konsep revitalisasi menyeluruh yang menggabungkan unsur sejarah, pariwisata, dan transportasi berkelanjutan dalam satu ekosistem kawasan.

Revitalisasi Kota Tua juga akan didukung oleh integrasi berbagai moda transportasi massal, seperti MRT Jakarta, Transjakarta, dan Stasiun Jakarta Kota. Integrasi ini diharapkan mempermudah mobilitas wisatawan maupun warga yang ingin mengunjungi kawasan bersejarah tersebut tanpa bergantung pada kendaraan pribadi.

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta masih memprioritaskan penyelesaian proyek MRT rute Lebak Bulus–Kota yang ditargetkan selesai pada awal tahun 2029. Kehadiran MRT nantinya diyakini akan menjadi tulang punggung akses menuju kawasan Kota Tua.

Denny menegaskan bahwa revitalisasi Kota Tua merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi unggulan yang mampu bersaing di tingkat internasional.

“Pak Gubernur melihat bahwa itu menjadi moda transportasi awal, membangun sejarahnya kembali, dan memastikan revitalisasi Kota Tua di 2029 ini menjadi destinasi Jakarta, kota global,” ujarnya.

Melalui pembangunan trem listrik, penerapan kawasan rendah emisi, serta integrasi transportasi massal modern, Kota Tua Jakarta diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelestarian sejarah, tetapi juga simbol transformasi ibu kota menuju kota global yang berkelanjutan, nyaman, dan berwawasan lingkungan.

Ervinna

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *