Sastrajendra Living Academy Dorong Transformasi Mental-Spiritual Menuju Hidup Sukses Tercerahkan

Budaya144 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Sastrajendra Living Academy (SLA) menggelar Piwulang I, yaitu sebuah kegiatan pembelajaran dan refleksi yang menitikberatkan pada pembinaan mental, spiritual, kesadaran diri, serta pengembangan kualitas pribadi.

Mengusung tema “Membangun Mental Spiritual untuk Hidup Sukses Tercerahkan (Wellness Holistic Care)”, bahwa keberhasilan hidup tidak hanya dapat dilihat dari pencapaian material.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026, di Resto Sauciko, Jalan Cikunir Raya No. 88, Bekasi Selatan, Jawa Barat.

Piwulang I dipimpin langsung oleh Ki Ageng Nawang Jati atau Toni Junus Kanjeng. NgGung, dengan Nyi Anggrek sebagai pendamping sesepuh.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Sastrajendra Living Academy yang memperkenalkan pembelajaran dengan memadukan aspek mental, spiritual, kesadaran diri, dan pengembangan kualitas manusia.

Dalam pendekatan yang diperkenalkan Sastrajendra Living Academy, kualitas kehidupan juga berkaitan dengan kemampuan seseorang memahami dirinya, mengelola kondisi mental dan kehidupan batin, membangun kesadaran, serta menemukan makna yang lebih mendalam dalam perjalanan hidup mencapai “Kasampurnaning Hurip”, sukses lahir batin.

Tiga pembelajaran yang menjadi bagian dari kerangka spiritual PIWULANG I Sastrajendra Living Academy adalah:

1. Bukaan Kunci Purwa.

Sebagai bagian dari proses yang dikaitkan dengan pembukaan hubungan dengan “Sukma Sejati”.

2. Samadhi Genta Pangreksan.

Dimaknai dalam konteks perlindungan lahir dan batin.

3. Samadhi Asesuci Agni ditempatkan sebagai proses penyucian diri menuju transformasi spiritual.

Toni Junus menegaskan, konsep-konsep tersebut merupakan bagian dari kerangka pembelajaran dan pemaknaan spiritual yang diperkenalkan oleh Sastrajendra Living Academy.

“Konsep tersebut merupakan bagian dari kerangka pembelajaran dan pemaknaan spiritual yang diperkenalkan oleh penyelenggara. Karena berada dalam ranah spiritualitas dan pengalaman batin. Pemaknaan maupun pengalaman setiap peserta dapat berbeda dan tidak dapat diperlakukan sebagai klaim ilmiah yang berlaku secara universal,” kata Toni.

Ati Lendra, menilai Piwulang I memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta untuk mengalami proses pembelajaran secara personal.

“Piwulang I tidak hanya menempatkan pembelajaran dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga memberikan ruang bagi para peserta untuk melakukan refleksi dan penghayatan terhadap pengalaman personal masing-masing,” ujar Ati Lendra salah satu peserta.

Membangun mental spiritual untuk hidup sukses tercerahkan. Wellness Holistic Care mencerminkan cara pandang yang menempatkan manusia sebagai pribadi yang memiliki berbagai dimensi kehidupan.

Dengan mental yang kuat dan spiritualitas yang matang, setiap individu diharapkan mampu menghadapi tantangan secara lebih bijaksana, mengambil keputusan dengan jernih, serta membangun kehidupan yang bukan hanya sukses duniawi, tetapi juga bermakna dan tercerahkan.

Melihat manusia secara utuh dengan mencerminkan pendekatan yang memandang manusia secara lebih menyeluruh.

Toni Junus Kanjeng NgGung mengatakan,
“Sastrajendra Living Academy menempatkan pembangunan mental dan spiritual sebagai bagian dari proses pembentukan pribadi, dengan ajaran khusus wahyu Sastrajendra dengan praktek pernapasan Ujjayi Pranayama, dilatihkan dalam ajaran Samadhi Genta Pangreksan.”
Kata “pangreksan” artinya perlindungan lahir batin dari Tuhan YME.
Kalau di zaman dahulu disebut ilmu keslamatan, menuju kehidupan yang sukses dan tercerahkan dengan level spiritual yang tinggi.
“Semua pembimbingan ini bisa dibuktikan, maka saya test bukan berupa ilmu kanuragan namun bagaimana para peserta didik bisa jumbuh sayekti”, pungkas Toni.

Di tengah budaya yang sering menempatkan pencapaian material, status, popularitas, dan karier sebagai indikator kesuksesan. Kegiatan ini mengajak dan melihat dimensi lain yang tidak selalu terlihat dari luar, tapi kedalaman kesadaran, kemampuan mengenali diri, pengendalian diri, serta kualitas hubungan seseorang dengan kehidupan.

Salah satu peserta lainnya, Satyo Hadi. W, mengatakan proses tersebut dapat dilihat sebagai ruang bagi individu untuk melakukan pengenalan dan evaluasi terhadap dirinya sendiri.

“Sebagai individu, kita diharapkan mampu melakukan proses pengenalan serta evaluasi terhadap diri sendiri. Namun, berbagai istilah, metode, dan konsep spiritual yang diperkenalkan dalam kegiatan ini tetap berada dalam wilayah tradisi, keyakinan, serta pengalaman personal. Karena itu, penerimaan dan pemaknaannya sepenuhnya dapat berbeda antara satu peserta dengan peserta lainnya,” kata Satyo Hadi.W

Dari pencapaian eksternal menuju transformasi internal
Piwulang I membangun kualitas manusia tidak berhenti pada kemampuan mencapai sesuatu di luar dirinya.
Melainkan pencapaian lahiriah dan kedalaman batin yang ditempatkan secara berdampingan sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan yang lebih seimbang.

Melalui Piwulang I, Sastrajendra Living Academy berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang mempertemukan refleksi diri, pengembangan mental, spiritualitas, dan pencarian makna kehidupan.

Pada akhirnya, inti pesan yang dibawa kegiatan tersebut bukan sekadar tentang seberapa jauh seseorang mampu mencapai tujuan di luar dirinya, tetapi seberapa dalam ia mampu mengenali dirinya sendiri.

Kesuksesan yang hanya terlihat dari luar belum tentu mencerminkan kedalaman kehidupan seseorang. Sebaliknya, proses memahami diri, membangun kesadaran, dan menemukan keseimbangan dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju kehidupan yang lebih utuh.

Piwulang I menjadi salah satu tahapan untuk mengajak peserta melihat kembali hubungan antara pencapaian lahiriah dan kehidupan batin agar keberhasilan tidak hanya dimaknai sebagai sesuatu yang dimiliki, tetapi juga sebagai kualitas kehidupan yang dihayati dengan sadar.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *