SMA Negeri 2 Rumpin: Bukti Komitmen Jabar Melayani Pendidikan Seluruh Warganya

Pendidikan76 Dilihat

Oleh : Dr. Muslich Taman, Humas SMAN I Rumpin, Penulis Buku: Guru Sang Arsitek Masa Depan

DetikSR.id Rumpin, Bogor – sebuah ujung batas wilayah yang selama ini lebih sering dilihat sebagai garis pemisah, kini sedang ditanam harapan. Di sanalah, di pinggiran Kabupaten Bogor yang bersisian langsung dengan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, berdiri gagasan besar tentang keadilan pendidikan: dibangun sekolah baru SMA Negeri 2 Rumpin.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menunjukkan bahwa pendidikan bukan sekadar program, melainkan janji yang harus ditepati —untuk semua, di mana pun mereka berada. Di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, komitmen menghadirkan pendidikan berkualitas hingga ke wilayah pinggiran bukan lagi sekadar wacana, melainkan nyata, tumbuh, dan mulai berakar.

Melalui kerja keras penuh keteguhan, Dinas Pendidikan Jawa Barat, khususnya Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 di bawah nahkoda H. Cucu Salman, M.Ag., bergerak cepat mempersiapkan kelahiran sekolah baru ini. Mengawal dan terjung langsung ke lapangan. Di balik rencana besar tersebut, ada langkah-langkah kecil sebelumnya yang dikerjakan dengan penuh kesungguhan. Koordinasi lintas pihak digelar, melibatkan camat, kepala desa, RW, RT, tokoh masyarakat, hingga lembaga pendidikan sekitar.

Tim lapangan yang dipimpin oleh Bapak Romal, M.Pd. bersama Ibu Iyum, MM menjadi ujung tombak dalam merajut kesiapan awal. Dari sosialisasi, penyusunan panitia SPMB bersama, perumusan visi-misi sekolah, program, hingga desain logo, semua disiapkan dengan teliti. Peran SMAN 1 Rumpin sebagai sekolah induk, di bawah pimpinan H. Mulyono, M.Pd. pun menjadi penting dalam menghantarkan lahirnya sekolah baru ini. Kerja keras panitia SPMB yang diketuai Hendri Purnomo, MM termasuk menjadi saksi dan pelaku sejarah dalam menopang kebutuhan administratif awal lahirnya SMAN 2 Rumpin.

Sementara itu, untuk menjawab kebutuhan mendesak, SDN 5 Luwiranji yang dipimpin oleh Ibu Supriati, M.Pd., dengan tangan terbuka menyediakan ruang sebagai tempat belajar sementara bagi para siswa angkatan pertama. Sebuah kolaborasi yang tidak hanya administratif, tetapi juga sarat makna gotong royong dan pengorbanan.

Dalam kunjungannya ke lokasi pada hari ini, Rabu 03 Juni 2026, ketika ditanya mengenai waktu pembangunan gedung sekolah baru, H. Cucu Salman, M.Ag., dengan penuh optimisme menyampaikan, “Insya Allah akan segera dibangun, dan semoga bulan Januari 2027 sudah selesai dan dapat ditempati.” Sebuah kalimat sederhana, namun mengandung harapan besar bagi masyarakat.

Pada tahun ajaran pertama ini, SMAN 2 Rumpin akan membuka tiga kelas dengan total 108 siswa. Di balik angka itu, tersimpan cerita tentang anak-anak yang selama ini harus mengubur mimpi bersekolah di SMA Negeri karena keterbatasan zonasi dan jarak hingga 13 sampai 15 kilometer ke sekolah negeri terdekat.

Kini, mimpi itu mulai menemukan jalannya. Harapan yang bertahun-tahun terkubur dalam, kini mulai nyata datang.

Bu Utiah, M.Pd. bersama Bu Fitri Agustina, S.Pd., sebagai Tim Penataan Layanan Pendidikan, akan menjadi motor penggerak berikutnya di lapangan. Mereka akan memastikan bahwa sekolah ini tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga hidup secara sistem dan budaya.

Kehadiran SMA Negeri 2 Rumpin disambut hangat oleh masyarakat. Pak Yossy, salah satu warga Sukamulya, tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya. Ia mengaku akhirnya bisa menyekolahkan anaknya ke SMA Negeri tanpa harus khawatir jarak. “Tahun ini anak saya langsung daftar ke sini,” ujarnya dengan wajah yang tampak riang.

Hal serupa dirasakan oleh Bu Fajar Agustiningsih yang berharap suatu hari bisa mengajar di sekolah ini, lebih dekat dengan rumahnya. Cukup jalan kaki. Bahkan Pak RT Untung melihat lebih jauh —bahwa kehadiran sekolah baru, kelak membawa dampak sosial, ekonomi, dan budaya yang positif bagi lingkungan, harapnya.

Dukungan penuh juga datang dari Kepala Desa Sukamulya, Pak Ihwan, beserta perangkat dan warganya yang dengan sukarela membantu sejak proses survei hingga pemasangan plang nama sekolah. Mereka dengan suka rela bergotong royong. Sebuah bukti bahwa pembangunan pendidikan adalah kerja bersama.

Kini, harapan itu telah ditanam. Tinggal menunggu waktu untuk tumbuh dan berbuah. Masyarakat Rumpin pun menengadahkan doa: semoga SMAN 2 Rumpin segera berdiri dengan fasilitas yang memadai, menjadi pusat lahirnya generasi unggul, dan menjadi wajah pendidikan Jawa Barat yang membanggakan di hadapan provinsi tetangga.

Karena di tempat sederhana itulah, masa depan para calon pemimpin bangsa sedang diperjuangkan. Amin.(*/Red-Mt-Rhidayat).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *