Sukses Sabuk Emas Kapolri 2026, FTPI Siap Gaspol Safari Tinju

Berita38 Dilihat

DetikSR.id JAKARTA – Suksesnya penyelenggaraan Kejuaraan Tinju Profesional Sabuk Emas Kapolri 2026 di Auditorium LPP TVRI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026), menjadi momentum penting bagi Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) untuk memperluas kompetisi tinju profesional ke berbagai daerah.

Sekretaris Panitia Sabuk Emas Kapolri 2026, David Nainggolan, mengatakan keberhasilan gelaran tersebut menjadi modal sekaligus motivasi bagi FTPI untuk melanjutkan program Safari Tinju Profesional Indonesia, termasuk rencana pertandingan perebutan Sabuk Emas Kapolda di sejumlah daerah.

Menurut David, kesuksesan event tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan sinergi antara FTPI, Polri, TVRI, serta seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan pertandingan.

“Kami bersyukur Sabuk Emas Kapolri 2026 dapat terselenggara dengan sukses. Ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi yang baik antara FTPI, Polri dan TVRI, termasuk dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini. Walaupun sebelumnya sempat mengalami penundaan, akhirnya seluruh proses dapat kita lalui dan event bisa terlaksana dengan baik,” ujar David.

Ia menilai pengalaman dari penyelenggaraan Sabuk Emas Kapolri 2026 menjadi bekal berharga bagi FTPI untuk menjalankan program pertandingan tinju profesional secara lebih luas.

“Kesuksesan ini tentu menjadi modal dan semangat bagi FTPI untuk melanjutkan program Safari Tinju Profesional Indonesia. Kami ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi para petinju profesional untuk bertanding, meningkatkan prestasi, sekaligus membangun pembinaan tinju profesional secara berkelanjutan di daerah-daerah,” katanya.

David menjelaskan, salah satu agenda yang disiapkan FTPI dalam program Safari Tinju Profesional Indonesia adalah pertandingan perebutan Sabuk Emas Kapolda di berbagai daerah.

Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi wadah bagi para petinju profesional untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus memperlihatkan kemampuan terbaik mereka.

“Kami berharap program ini bisa menjadi ruang bagi petinju-petinju profesional di daerah untuk berkembang. Dengan adanya pertandingan yang berkelanjutan, akan semakin banyak atlet potensial yang bisa muncul dan mendapatkan kesempatan untuk berprestasi,” ujar David. Minggu (13/9)

Menurutnya, pemerataan kompetisi menjadi salah satu langkah penting dalam membangun ekosistem tinju profesional Indonesia.

Dengan adanya pertandingan di berbagai daerah, para petinju tidak harus selalu menunggu kompetisi yang digelar di pusat-pusat olahraga besar. Mereka dapat memiliki kesempatan lebih luas untuk bertanding, membangun rekam jejak profesional, dan meningkatkan kualitas.

David juga mengapresiasi dukungan Polri dan TVRI dalam penyelenggaraan Sabuk Emas Kapolri 2026.

Menurut dia, kolaborasi tersebut menjadi salah satu faktor penting sehingga event yang sempat mengalami penundaan akhirnya dapat terlaksana dengan aman, tertib dan sukses.

“Kerja keras seluruh jajaran panitia, pengurus FTPI, serta dukungan penuh dari TVRI dan jajaran Kepolisian terbayar tuntas dengan suksesnya gelaran ini. Kami optimistis ajang Sabuk Emas Kapolri ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan titik balik kebangkitan tinju profesional Indonesia untuk melahirkan juara-juara baru yang mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” ungkapnya.

Ke depan, FTPI akan terus mendorong kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, institusi TNI dan Polri, serta stakeholder olahraga dalam penyelenggaraan pertandingan tinju profesional.

David berharap sinergi tersebut dapat membuka lebih banyak peluang bagi atlet sekaligus memperkuat pembinaan tinju profesional nasional.

“Kami ingin momentum Sabuk Emas Kapolri ini tidak berhenti di satu event. Justru ini menjadi awal untuk menjalankan program-program FTPI berikutnya, termasuk Safari Tinju Profesional Indonesia dan pertandingan Sabuk Emas Kapolda di berbagai daerah,” tegas David.

Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya FTPI mencetak lebih banyak petinju profesional berkualitas yang nantinya mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *