TNI AU Perkuat Kemampuan Cyber Warfare dan Sinergi Intelijen Dalam Latihan Peperangan Modern Untuk Pertahanan Digital

TNI / POLRI68 Dilihat

DetikSR.id Jakarta, Jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) terus memperkuat kemampuan operasi siber guna menghadapi tantangan perang modern yang semakin kompleks. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan “Latihan Operasi Pernika, Informasi, dan Cyber Warfare” yang digelar di GOR Ganeca, Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AU (Kodiklatau), Jakarta, pada (11/5/2026).

Dalam siaran pers resmi TNI AU yang diterima di Jakarta, pada (12/5/2026) latihan tersebut melibatkan personel dari berbagai unsur strategis di lingkungan TNI AU, mulai dari Intelijen, Siber, Penerangan, Komunikasi Elektronika (Komlek), Hukum, Psikologi, hingga unsur Informasi dan Pengolahan Data (Infolahta).

Wakil Komandan Kodiklatau, Benny Arfan, mengatakan pelatihan itu menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan personel menghadapi ancaman di ruang siber serta perkembangan teknologi peperangan modern yang terus berubah.
“Melalui latihan ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat antar berbagai unsur sehingga mampu menghasilkan keunggulan dalam domain siber, informasi, dan elektronika secara terintegrasi,” kata Benny.

Menurut dia, dinamika ancaman global saat ini tidak lagi hanya terjadi dalam bentuk perang konvensional, melainkan juga melalui serangan digital, manipulasi informasi, hingga gangguan terhadap sistem komunikasi dan data strategis negara. Karena itu, TNI AU dinilai perlu memiliki kemampuan pertahanan siber yang adaptif dan terintegrasi.

Ia menjelaskan, peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) di bidang siber menjadi fokus utama TNI AU agar prajurit mampu mengantisipasi berbagai ancaman, mulai dari serangan informasi, sabotase digital, hingga upaya pencurian dan gangguan terhadap data nasional yang berkaitan dengan kedaulatan negara.

Selain penguatan kemampuan personel, latihan tersebut juga didukung dengan penggunaan teknologi yang disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan operasi modern. Integrasi antara kemampuan SDM dan teknologi dinilai menjadi kunci dalam membangun sistem pertahanan udara yang tangguh di era digital.

Benny berharap seluruh peserta latihan dapat meningkatkan profesionalisme serta kemampuan koordinasi lintas bidang sehingga TNI AU memiliki kekuatan peperangan siber yang semakin solid dalam mendukung pertahanan negara.

Latihan cyber warfare tersebut juga menjadi bagian dari transformasi TNI AU menuju kekuatan udara modern yang tidak hanya unggul di udara, tetapi juga mampu menjaga keamanan ruang siber nasional di tengah meningkatnya ancaman digital global.

Ervinna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *